Aneh, Dandim Lebak Banten Ajak FPI Latihan Bela Negara Semi Militer

 

latihan-militer-fpi-di-lebak-bantenHina Pancasila Kok Dilatih Bela Negara Semi Militer

Dalam beberapa foto PPBN (Pelatihan Pendahuluan Bela Negara) serta tanam 10.000 pohon pada 5-6 januari 2017, yang menjadi viral di media sosial, terlihat ada beberapa orang yang di latih ketangkasan dan ketahanan oleh oknum TNI dengan memanjat jaring dan melewati sungai dengan tambang. Kegiatan latihan semi militer yang di gelar Kodim Lebak, Banten ini di lakukan di salah satu pondok pesantren di Lebak dan diikuti lebih dari 100 orang anggota FPI.

Meskipun Komandan Distrik Militer, Letkol Czi Ubaidillah akhirnya dicopot dari jabatannya oleh Pangdam III Siliwangi karena dinilai telah melanggar prosedur hirarkis, tidak melapor terlebih dahulu kepada Danrem maupun Pangdam III/Siliwangi sebelum pelaksanaan pelatihan, Namun keputusan Dandim Lebak Banten memberi pelatihan semi militer kepada FPI yang di pimpin tokoh kontroversial ini tetap saja merupakan tindakan yang aneh dan tidak pada tempatnya.

Di negara manapun keberadaan ormas radikal cendrung melakukan penolakan terhadap dasar negara yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam. Misalnya, melakukan penghinaan terhadap simbol dan dasar Negara, seperti yang pernah dilaporkan Fatmawati Soekarno Putri ke Mabes Polri pada Oktober 2016 terkait penodaan terhadap Pancasila, merupakan salah satu bukti yang menunjukan bahwa kelompok yang di beri pelatihan semi militer oleh Dandim Lebak Banten ini adalah ormas yang di pimpin oleh tokoh yang menolak keberadaan dasar Negara Pancasila.

Begitu juga dengan track record FPI selama ini, beberapa aksi demontrasi yang di gelar kelompok ini cendrung berakhir dengan tindak kekerasan, misalnya, peristiwa bentrok FPI dengan aparat di Monas 2008, dan juga 2014, dan beberapa kali di beritakan telah melontarkan pernyataan-pernyataan yang mengandung kebencian terhadap pemerintah dan juga merusak kerukunan antar umat beragama. Semua ini bisa di jadikan bukti untuk menilai ormas ini masuk kategori kelompok anti pemerintah dan menolak kebhinekaan Indonesia.

Tidak hanya itu, keberadaan ormas radikal di berbagai negara juga cendrung menjadi ancaman serius bagi kedaulatan negara tersebut. misalnya, pemberontakan yang terjadi di Suriah, sebelumnya, pemberontak Suriah merupakan ormas biasa yang dapat pelatihan semi militer oleh aparat pemerintah, lalu di lanjutkan dengan pelatihan militer yang dilakukan secara-rahasia, setelah merasa kuat, kemudian mereka bergabung dengan militer anti pemerintah yang sah untuk melakukan pemberontakan.

Adanya kecurigaan pihak kepolisian atas keterlibatan beberapa ormas dengan pemberontak Suriah, meskipun ini masih dalam tahap penyelidikan, sebenarnya kecurigaan itu sudah bisa di jadikan acuan seperti apa ancaman keberadaan ormas-ormas Islam anti Pancasila di masa depan terhadap kedaulatan NKRI. Tapi, kenapa salah satu ormas radikal yang sudah di kenal sebagai kelompok anti pancasila seperti FPI kok malah diberi pelatihan bela negara semi militer.

Menurut saya, ini benar-benar peristiwa yang aneh tapi nyata, apakah memang di pemerintahan Jokowi ini ada aparat militer yang anti pemerintah, seperti yang terjadi di Suriah, usai tertangkapnya purnawirawan TNI Kivlen Zen sebagai tersangka makar, sehingga bisa terjadi kesalahan prosedur, bukan kapasitas saya untuk menjawab pertanyaan ini, tapi yang pasti sanksi yang di berikan oleh Pangdam III Siliwangi kepada Letkol Czi Ubaidillah, mencopot jabatan Komandan Distrik Militer, Lebak Banten merupakan tindakan yang sangat tepat.

BELAJAR MANDIRI