Gara-Gara Pake Nama Habib, Novel Bamukmin Dikira Habib

novel-bamukmin-bukan-habibGelar Habib Perlu Ada Sertifikat Resmi

Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Novel Bamukmin selama ini kerap kali mengenakan pakaian putih-putih khas tradisi timur tengah, apalagi di depan namanya tercantum kata “Habib”. ia pun akrab di panggil habib, entah sejak kapan ia mulai populer dipanggil dengan gelar bangsawan itu, tapi yang pasti, dengan panggilan itu orang pasti menduga, ia merupakan salah seorang sayyid keturunan Husain atau Syarif keturunan Hasan bin Sayyyidina Ali  .

Untung saja di Indonesia ada organisasi pencatat keturunan dari salah satu cucu Nabi tersebut, Rabithah Alawiyah, sehingga kesalahpahaman ini bisa secepatnya di luruskan. Ketua Rabithah Alawiyah, Sayyid Zen Umar bin Smith menerangkan bahwa juru bicara FPI ini tidak terdaftar sebagai seorang sayyid. Karena marga Bamukmin yang berasal dari Yaman merupakan marga suku Qobili, tidak termasuk kategori keturunan dari salah satu cucu Nabi, dari Hasan maupun Husain, apalagi seorang Habib.

Novel Bamukin populer di panggil habib, bukan karena seorang sayyid tapi nama depannya memang menggunakan kata “Habib”. Novel mengaku, ia memang terlahir dengan nama lengkap “Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin”. Meskipun banyak orang yang memanggil habib karena di anggap salah satu keturunan dari Husain bin Sayyyidina Ali namun secara pribadi ia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai seorang sayyid.

Menurut Sayyid Zen Umar bin Smith, seorang Sayyid masih belum tentu layak di beri Gelar Habib, apalagi orang yang tidak termasuk golongan Sayyid. Meski demikian, sepanjang pengetahuan saya, Novel belum pernah meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat. Seakan-akan opini itu sengaja di biarkan berkembang. Mungkin saja opini itu sengaja di ciptakan agar orang tetap percaya bahwa Novel adalah benar-benar seorang Habib, tentu saja, untuk meraih kepentingan tertentu.

Misalnya saja, ketika Novel Bamukmin di tanya oleh penasehat hukum Ahok pada sidang kasus penodaan agama kemarin,  “Nama anda tertulis Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin, apa benar anda habib..?” tanya pengacara Ahok, “ iya, benar saya habib“, jawab Novel membenarkan. Dari jawaban ini, pengakuan petinggi FPI ini terkesan sengaja menggiring opini agar dirinya dianggap sebagai seorang habib.

Meskipun seandainya Novel itu seorang sayyid, keturunan Husain bin Sayyyidina Ali, tetap saja tidak boleh mengaku sebagai Habib tanpa ada pengakuan dari komunitas yang resmi. Menurut Sayyid Zen Umar bin Smith, Pengakuan Gelar Habib harus melalui komunitas dengan berbagai persyaratan yang sudah disepakati. Di antaranya cukup matang dalam hal umur, harus memiliki ilmu yang luas, mengamalkan ilmu yang dimiliki, ikhlas terhadap apapun, wara atau berhati-hati serta bertaqwa kepada Allah.

Mungkin saja, untuk menghindari penyalahgunaan Gelar Habib oleh oknum yang tak bertanggung jawab, Rabithah Alawiyah perlu mengeluarkan sertifikat resmi dan merilis siapa saja yang sah dan berhak menyandang Gelar Habib di Indonesia. Paling tidak, harus ada semacam Surat Keterangan Status Nasab (STSN). Sebab jika tidak ada keterangan resmi dalam bentuk apapun, setiap orang Timur Tengah yang mengenakan sorban di Indonesia pasti akan di panggil Habib, sebab  siapa saja bisa pake sorban.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s