Keunikan Menyambut Pergantian Malam Tahun Baru 2017 di Tokyo

cara-warga-tokyo-rayakan-pergantian-tahun

Warga Jepang Lepas Balon Putih

Pada tahun baru kali ini, Tokyo merayakan tahun baru 2017 dengan cara yang berbeda, tak seperti di negara-negara lain, tahun baru biasanya penuh dengan pesta kembang api dan bunyi petasan. di Tokyo warga di sana hanya melepaskan balon gas berwarna putih ke langit. untuk menambah kesan dramatis panitia mengemas acara tahun baru dengan cukup unik.

Sepanjang jalan kota hitam gelap, sejenak lampu kota sengaja di padamkan, warga Tokyo di biarkan asyik melepaskan balon gas warna putih yang membawa pesan dan harapan dari Prince Park Tower. Pelepasan balon putih itu sekaligus sebagai tanda tahun 2016 berakhir dan tahun baru telah datang. Ketika mereka terlena menikmati ratusan balon gas warna putih terbang beriringan dan melayang perlahan ke langit, tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan munculnya salju buatan.

Dalam suasana malam yang begitu gelap, bintik-bintik putih salju buatan berterbangan, pemandangan malam tahun baru pun berubah laksana melihat bintang-bintang berhamburan jatuh perlahan-lahan, membuat suasana malam terkesan semakin menarik dan meriah, warga Tokyo terlihat gembira dan semakin bersemangat merayakan malam pergantian tahun baru 2017.


tahun-baru-di-tokyo-2017Warga Jepang Masih Jalankan Tradisi Hatsumode

Jepang menyebut tahun baru dengan istilah Oshogatsu, bagi warga Jepang 3 hari pertama tahun baru. merupakan momen yang sangat penting, mereka berkumpul bersama keluarga. lalu mereka akan bersama-sama mengunjungi kuil untuk pertama kalinya di tahun baru. Kunjungan ke berbagai kuil Buddha dan Shinto setiap tahun baru diyakini akan membawa berbagai berkah di tahun yang akan datang.

Tradisi mengunjungi kuil itu disebut sebagai “Hatsumode. sebuah tradisi kuno untuk menyambut tahun baru di jepang. Sejak genta mulai di bunyikan, warga jepang sudah berdiri berbaris di depan pintu gerbang sampai pintu kuil dibuka. Tradisi hatsumōde mulai dilakukan selepas detik-detik malam pergantian tahun baru, Setelah lonceng kuil dibunyikan sebanyak 108 kali, mereka mulai merayakan dengan penuh kegembiraan.

Ketika sedang melakukan tradisi hatsumōde, setiap orang akan membawa omamori dan hamaya hasil ritual tahun baru 2016 untuk di musnahkan ke kuil, benda-benda itu di musnahkan dengan cara dibakar. omamori dan hamaya merupakan sebuah benda semacam jimat dan anak panah yang dianggap bertuah, benda-benda itu sengaja di kembalikan ke kuil setiap acara pergantian tahun baru.

Setelah di bakar, omamori dan hamaya itu di ganti. Tak sulit bagi mereka untuk menggantinya dengan yang baru. Mereka cukup datang ke sebuah toko benda-benda ritual dan membelinya di sana, lalu jimat dan anak panah itu dipersembahkan ke kuil, secara tradisi setelah mendapat berkat dari kuil, benda-benda itu pun akan dibawa pulang. Ritual ini di percaya berasal dari tradisi menembakkan anak panah yang disebut jarai.

Selain itu, warga jepang juga membeli omikuji untuk memohon nasib baik, dan meramal keberuntungan perjalanan nasib di tahun 2017. Biasanya mereka akan meminta di ramal tentang perjalanan karir, bisnis dan percintaan. Mungkin saja teknik ini seperti metode meramal nasib melalui Bazi (Delapan Karakter) dan Ziwei Dou shu (Astrologi Bintang Ungu) dalam tradisi China.

Mereka juga menulis permintaan dan harapannya pada permukaan ema, sebuah plakat kayu bergambar kuda yang dipersembahkan ke kuil. lalu mereka menggantungnya di sebuah tempat khusus yang sudah di sediakan. Tradisi mempersembahkan ema di kuil jepang ini sudah dikenal sejak zaman Nara.

Tidak ada batasan bagi warga jepang berapa kali mereka harus melakukan kunjungan ke kuil pada setiap tahun. dan juga tidak ada ketentuan kuil-kuil mana saja yang harus dikunjungi. Di Jepang bagian barat misalnya, dikenal tradisi sanshamairi (三社参り?), yakni melakukan kunjungan sebanyak mungkin, biasanya mereka berkunjung ke 3 kuil dalam 3 hari pertama setiap menyambut pergantian tahun baru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s