Tuhan, Yang Beranak dan Yang Tak Beranak

saint-maryKalau Beranak, Lalu Bidannya Siapa..?

Bulan lalu, salah satu putri Soekarno merasa tersinggung atas ucapan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) yang di anggap melecehkan Proklamator Kemerdekaan, ia pun langsung dilaporkan, masih belum ada gelar perkara dalam kasus ini, tiba-tiba muncul masalah baru,

Lagi-lagi, tokoh kontroversial lulusan SMP Kristen Bethel Petamburan Jakarta ini melontarkan perkataan yang tabu untuk di bicarakan, ia pun di laporkan ke Polda Metro Jaya oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) atas tuduhan penistaan agama, karena isi ceramahnya diduga melecehkan umat Kristen. Senin (26/12).

Pertama kali mendengar berita ini, saya langsung mencari videonya di Internet, untuk memastikan apa sebenarnya topik utama pengajiaannya, setelah saya perhatikan, sebenarnya materi ceramah yang di sampaikan di Pondok Kelapa, Jakarta Timur tersebut terkait larangan umat Islam ikut merayakan hari kelahiran Kristus di gereja

Tak hanya itu, orang yang pernah makan bersama dengan Agus (Ahy) ini  juga menjelaskan dengan gaya ceramahnya yang khas bagaimana selayaknya umat Islam bersikap dan membalas ucapan selamat Natal dari umat Kristen. Namun seperti biasa, di sela-sela pembicaraan, ia melontarkan kalimat yang sangat sensitif, tentu saja pernyataan yang di lontarkan sangat tabu untuk di bicarakan.


maria-melahirkan-kristusYang Beranak Tanpa Rasa Sakit

Maria bukan seperti perempuan ibrani lainnya, ia diyakini sebagai perempuan yang di lahirkan tanpa noda dan dosa, baik dosa pribadi maupun turunan. Menurut Kristen salah satu keistimewaan dari perempuan yang lahir tanpa dosa warisan adalah ia akan terbebas dari rasa sakit bersalin. karena rasa sakit saat melahirkan di yakini merupakan salah satu bentuk penderitaan dari dosa warisan.

Bahkan Paus Pius XII dalam ensikliknya “Mystici Corporis” (1943) menegaskan, “Dialah yang secara ajaib melahirkan Kristus”. Maria melahirkan putranya tanpa harus kehilangan keperawanannya. Saint Mary ini juga di sebut sebagai Sayyidah Maryam Moqaddas (Bunda Maria Yang Kudus). Dengan demikian, Jika di tanya siapa bidannya, sama sekali dalam kelahiran Sang Mesias Putra Maria tidak di butuhkan kehadiran seorang bidan, Dialah Maria, Yang Beranak Tanpa Rasa Sakit

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s