Penyebab Gempa Pidie Jaya Aceh, Tak Terduga Sesar Simalanga Sipopok Bergeser

gempa-aceh6

Gempa Yang Tak Terduga

Gempa Bumi yang terjadi pada Rabu, 7 Desember 2016 di Aceh ini merupakan gempa yang sangat tak terduga. Masyarakat tidak mendapatkan peringatan dalam bentuk apapun dan mungkin juga tidak ada firasat tanda bahaya. Namun, malapetaka memang selalu datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. kira-kira pukul 05.03 WIB,  ketika warga masih bersiap-siap untuk beraktivitas, tiba-tiba saja, gempa dengan kekuatan 6,5 skala richter mengguncang wilayah Pidie Jaya selama 45 detik. 

Tak ada yang menduga gempa yang berdurasi 45 detik itu akan menimbulkan kerusakan berat di berbagai tempat. Banyak jalanan rusak berat, puluhan gedung runtuh, dan beberapa masjid roboh seketika. Akibatnya puluhan jiwa menjadi korban. Menurut BMKG, Gempa tak terduga ini terjadi dengan mekanisme sesar geser mendatar. kedalaman 15 km di bawah permukaan laut, pusat gempa ini tergolong dangkal, sehingga terjadi goncangan kuat di permukaan. Struktur tanah pusat gempa  tersusun dari batuan yang tidak kompak sehingga memicu gelombang merambat lebih cepat

Sesar atau patahan adalah bentuk rekahan pada lapisan batuan bumi yang menyebabkan satu blok batuan bergerak ke blok yang lain. Sesar bisa bergerak karena benua diyakini mengapung di atas magma panas. Karena ada pergerakan bidang di bawah bumi maka permukaan di atasnya ikut bergerak. Pergerakan Sesar tidak hanya mendatar, tapi bisa menurun, ke atas, ke kiri dan ke kanan. Sesuai informasi dari GFZ pergeseran cabang dari sesar Sumatera di bagian utara ini berorientasi Barat daya-Timur Laut.

Para Pakar Tektonik ITB masih melakukan pengkajian terkait sesar yang menjadi penyebab terjadinya gempa. Di duga kuat gempa tak terduga itu terjadi disebabkan oleh sesar Samalanga Sipopok. Sesar Samalanga Sipopok adalah sesar yang memanjang dari perairan Selat Malaka dan masuk ke daratan Aceh hingga mendekati Takengon. Patahan ini berada di sekitar daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh.

Intensitas pergeseran Sesar Samalanga Sipopok pada saat gempa di Pidie Jaya, berada pada skala III SIG-BMKG (VI MMI) di mana gempa susulan mungkin akan terjadi selama sepekan ke depan. Bidang sesar yang bergerak mendatar pada saat gempa diperkirakan sebesar 30 km x 15 km dengan pergerakan bidang sebesar 45 cm. Hasil monitoring BMKG hingga Kamis 8 Desember 2016, gempa bumi susulan akibat pergeseran sesar terjadi sebanyak 15 kali dengan kekuatan terbesar 4,8 Skala Richter. Namun kekuatannya semakin lama semakin menurun.

Warga di minta untuk tetap tenang dan tidak panik karena gempa susulan itu tidak akan berpotensi Tsunami. Dari pada panik lebih baik warga memeriksa kondisi bangunan karena jika kerusakannya sudah parah, terkena getaran sekecil apapun akan mudah runtuh. Pemerintah setempat juga menghimbau warga mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), agar tidak terpancing isu menakutkan yang beredar di dunia maya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s