Tersangka Makar 212 : Kivlan Zen Bermain di Air Keruh

ssika-tkw-hongkongSekelumit Kisah Kivlan Zen 

Isu tentang adanya makar mulai di hembuskan Kapolri usai aksi 411 setelah Jokowi membuat pernyataan ada aktor politik di dalamnya. Aksi bela Islam 212 di nilai berpotensi mengarah ke Makar. Bapak Tito Karnivian pun tak mau kecolongan, oleh karena itu beberapa saat sebelum aksi doa dan dzikir bersama di gelar, diam-diam pihak kepolisian bergerak cepat menangkap 11 tokoh dan aktivis yang diduga merencanakan Makar. Salah satu tersangka adalah Kivlan Zen, orang yang pernah gagal menjadi calon kandidat presiden, tak hanya itu, ia juga pernah melakukan perundingan dengan Nur Misuari dan Abu Sayyaf, Pimpinan Pemberontak Bangsa Moro Filiphina (MNLF) 

Kivlan Zen merupakan  Mayjen TNI purnawirawan yang berniat mencalon diri menjadi presiden periode 2009-2014, Namun, Kivlen tidak mau masuk ke partai politik manapun karena prinsipnya yang kuat ini ia memilih mencalonkan diri melalui jalur Independen tanpa mekanisme Partai. Tapi sayang, niat baiknya untuk merubah kehidupan bangsa harus kandas setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi UU 42 Tahun 2008. Keputusan Mahkamah Konstitusi menolak Calon presiden Independen, Calon presiden RI harus melalui mekanisme partai.

Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen ini juga  termasuk perwira yang cemerlang. Karir militernya dimulai dari Komandan Peleton AKABRI pada 1971 hingga akhirnya Kepala Staf Kostrad, hampir semua jabatan Kivlan berada di posisi komando tempur. Pangkat Brigjen pun ia raih dengan waktu yang cukup singkat, dari pangkat kolonel ia hanya membutuhkan waktu 18 bulan untuk naik ke posisi Brigadir Jenderal.

Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen juga pernah mendapatkan medali kehormatan karena berhasil mengakhiri konflik Moro di Filipina Selatan. Kala itu ia memimpin Pasukan Konga 17 yang bertugas di Filipina. Kivlan berinisiatif melakukan perundingan damai dengan Nur Misuari, Inisiatif Kivlan membujuk  pimpinan MNLF berhasil. Karena itulah ia mendapatkan medali dari Presiden Filipina Fidel Ramos.

Sejak perundingan itu Kivlan memiliki kedekatan dengan petinggi Organisasi Pembebasan Bangsa Moro (MNLF). karena itulah proses pembebasan WNI yang disandera Abu Sayyaf. beberapa waktu yang lalu berlangsung lebih cepat,  bahkan pemerintahan Jokowi nyaris tidak mengeluarkan uang tebusan, kecuali dari pihak swasta. Semua itu terjadi karena kepandaian Kivlan berdiplomasi dengan Abu Sayyaf, Pimpinan Pemberontak Bangsa Moro.

Pada kegiatan simposium PKI yang diselenggarakan di kantor Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri, Kivlan juga pernah memaparkan adanya pergerakan komunis gaya baru yang dia anggap tengah bersiap untuk bangkit di Indonesia. Kivlan Zen tidak setuju dengan pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan yang menilai maraknya remaja yang mengenakan pakaian dengan atribut palu-arit hanya sebatas tren anak muda.

Kivlan pernah berjanji jika ia terpilih menjadi Presiden, ia mentargetkan pertumbuhan ekonomi 15 % dalam waktu satu tahun. Tapi tragis perjalanan Kivlan akhirnya kandas, ia tergiur bermain di air keruh, ia tidak mau menunggu proses pemilihan presiden secara langsung, apalagi ia tidak memiliki Partai, Mungkin karena itulah, ia diduga berencana menciptakan peristiwa besar dan berbahaya sejak aksi bela Islam itu bergulir.

Sejak lama pihak kepolisian mengendus kemufakatan jahat Kivlan Zen bersama 10 tokoh lainnya untuk menunggangi aksi bela Islam 212. Namun, sebelum ia berangkat ke Lapangan Monas untuk melancarkan rencananya. Kivlan Zen di tangkap polisi usai shalat subuh di rumahnya, sebelum aksi doa dan dzikir bersama di lapangan monas itu di mulai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s