Keunikan Jokowi : Jurus Politik Payung Biru

payung-hijau-jokowi

Keberhasilan Diplomasi Jokowi

Lama sekali saya melihat gambar ini,  memperhatikan dengan seksama, langkah Jokowi dan Jusuf Kalla berjalan kaki beriringan di tengah hujan rintik-rintik. Mereka mengenakan pakain serba putih keluar dari Istana menuju lapangan Monas untuk menemui massa. Bersama jajarannya, Jokowi tampak tenang melangkah sembari menunjukan pesan politik yang unik. sebuah pesan politik yang disampaikan tanpa kata tapi cukup mengena.

Sebelumnya, Jokowi di duga tidak akan hadir pada aksi 212 ini, tapi ternyata tuduhan itu meleset kali ini ia bersedia hadir, tidak hanya dengan wakil presiden tapi juga didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Luhut Binsar Panjaitan, Pramono Anung, dan Lukman Hakim Saifudin. Nampaknya Safari politik Jokowi yang di lakukan usai aksi 411 cukup manjur dan berhasil merubah situasi politik yang panas menjadi dingin, sedingin rintik-rintik air hujan yang jatuh menetes di atas dedaunan.

Dalam situasi politik yang cukup panas dengan cepat para tokoh segera bergerak untuk mendinginkan suasana. Hampir saja peristiwa besar dan berbahaya meledak seiring kuatnya tuntutan aksi massa. tapi kita patut bersyukur peristiwa besar itu dapat di redam dengan gaya diplomasi Jokowi yang cukup unik. Dari diplomasi kuda, blusukan ke Markas Militer sampai diplomasi meja makan.

Kalau kita perhatikan, dari pertemuan Jokowi dan Prabowo di hambalang sampai di gelarnya pertemuan dengan beberapa tokoh di Istana, saya melihat gaya politik jokowi ini lebih menekankan pada diplomasi politik  dengan mengutamakan pertimbangan-pertimbangan strategis. Di kemas dengan gaya bincang bincang santai di atas meja makan. Tentu saja tujuan utamanya adalah meraih keberhasilan dan kesepakatan bersama, untuk menghindari kericuhan nasional dan pertumpahan darah.

Kehadiran Jokowi di tengah aksi massa 212  merupakan bukti keberhasilan jokowi mencapai diplomasi tersebut. Kehadiran Jokowi juga cukup unik, ia datang sambil membawa payung biru. Sebagai orang nomor satu di indonesia, tentu membawa payung biru mempunyai makna tersendiri. Payung merupakan simbol keteduhan, sedangkan warna biru merupakan lambang ketenangan dan kepercayaan. Maka tidaklah heran, payung warna biru di pilih sebagai simbol dingin untuk menenangkan, dan mengurangi ketegangan.

Para kaisar dan pejabat istana jaman dulu menggunakan payung sebagai simbol perjalanan kerajaan.Simbol ini memiliki makna kerajaan adalah tempat mencari perlindungan. Kehadiran Jokowi dengan payung biru juga bukan tanpa makna.Payung biru sengaja di pilih untuk di gunakan menyampaikan kabar kemenangan. Karena langkah-langkah Jokowi telah berhasil mengunci mati strategi lawan politiknya. Meski demikian warna payung biru tidak ada hubungannya dengan warna bendera dari beberapa partai di indonesia. Dimana partai tersebut juga menggunakan warna langit biru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s