Keunikan Aksi Damai 212 : Yang Satu Berdzikir, Yang Lain Berfikir

Aksi Damai 2 DesemberAksi Doa dan Dzikir Bersama

Aksi damai 212 yang semula akan menggelar sajadah dan Sholat Jumat di Jalan Raya dengan posisi Imam berada di Bundaran Hotel Indonesia, sepanjang Jalan Sudirman dan MH Thamrin nanti akan diganti dengan aksi dzikir dan doa bersama dari pukul 08.00 hingga Salat Jumat di lapangan Monas. Peserta aksi diperkirakan lebih dari 50.000 orang, sedangkan jumlah peserta yang datang dari berbagai daerah belum terhitung, mereka sudah mulai bergerak menuju ke jakarta. Meski demikian, aksi doa bersama ini juga unik, ada ulama yang mau berdzikir, sedangkan yang lain masih berfikir.

Contoh saja, KH Abdullah Gymnastiar yang akrab di panggil Aa Gym. Pada aksi kali ini, ia di pastikan ikut serta dalam aksi 212,  Aa Gym akan mengerahkan 10 ribu santrinya untuk menjadi tim kebersihan dalam aksi dzikir dan doa bersama, pada aksi 411 hanya 5ooo santrinya yang ikut aksi di jakarta. Aa Gym memiliki rasa keagamaan dan sudut pandang yang berbeda, tentunya sikap keagamaan dan keputusannya ikut aksi 411 dan 212 mendatang sudah melalui proses manajemen Qalbu.

Sebenarnya saya kaget, Ketika pertama kali melihat ulama manajemen Qolbu ini berkomentar di layar kaca dan sempat di undang Hitam Putih, Saya melihat Aa Gym hanyut mengikuti arus derasnya kasus penistaan agama yang di lakukan Ahok. Tapi semua ini pilihan. Pada aksi Doa dan Dzikir bersama kali ini, ia juga akan melengkapi puluhan ribu santrinya dengan alat kebersihan seperti pada aksi  411, mereka akan ditugas kan memungut sampah para demonstran yang datang dari berbagai daerah. Tentu saja. hal ini di dasari oleh ajaran “Kebersihan sebagian dari Iman”.

Berbeda dengan Aa Gym, KH Abdussalam Sokhib berfikir lain, tentu saja dengan sudut pandang yang berbeda, ia melarang santrinya ikut aksi dzikir dan doa bersama di Monas, apalagi bergabung ke kelompok Front Pembela Islam (FPI), Karena sebagaimana kita ketahui, aksi 212  ini meski berubah menjadi doa dan zikir bersama, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, acara ini masih sangat rentan ditunggangi kepentingan politik dan gerakan makar, begitu juga dengan KH Junaidi Hidayat. ketua MUI Kabupaten Jombang, ia mengimbau masyarakat untuk doa bersama di rumah saja, tidak perlu turut ke jakarta.

Kalau di pikir-pikir, Issu penistaan agama ini sudah berhasil menyentuh hati ribuan orang, bukan karena ucapan Ahok, dan juga bukan karena Keunikannya. tapi lebih banyak karena penyampaian informasi seputar issu penistaan agama ini yang di bingkai dengan berbagai cara yang puwerfull mampu menarik perhatian publik dan media. Apalagi masyarakat Indonesia rata-rata mudah tersentuh dan meneteskan air mata ketika menonton drama sinetron dan telenovela.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s