Akhirnya, Aksi Gelar Sajadah di Alihkan ke Masjid Istiqlal dan Lapangan Monas

santri-ponpes-miftahul-huda-2-peserta-aksi-demo-212

Hampir Saja Air Mataku Menetes

Dua kelompok yang sebelumnya bersitegang dan akan adu kekuatan, antara kepolisian dan massa Islam pada gelar aksi 2 Desember mendatang. Dimana Polisi siap membubarkan paksa jika acara gelar sajadah tetap di laksanakan di jalan raya, dan Massa Islam akan melawan dengan seruan Jihad hampir saja menemui jalan buntu. Hampir saja Konflik Sipil dan Militer ala Syiria  meletus di negeri ini, namun kita wajib bersyukur kekacauan itu tidak akan terjadi. Kerasnya kebekuan akhirnya mencair dalam sebuah acara dialog antara Kapolri dan GNPF MUI. 

Alhamdulillah melalui beberapa kali dialog dengan saudara-saudara GNPF akhirnya dicapai kesepakatan yaitu ada alternatif Istiqlal dan Lapangan Monas,” Rasa syukur yang amat dalam ini di ucapkan bapak Kapolri Tito Karnavian saat menggelar jumpa pers di gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Republika, Senin (28/11) aksi gelar sajadah yang semula di rencanakan akan di gelar di jalan raya di alihkan ke Masjid Istiqlal dan Monas.

Ketika pertama kali membaca berita ini, saya ikut bahagia dan sangat bersyukur, Entah kenapa tiba-tiba saya menjadi haru, bahkan hampir saja air mata saya menetas. Saya seakan-akan merasakan betul, betapa kerasnya usaha Bapak Tito untuk membuat negeri ini aman dan terhindar dari peristiwa besar dan berbahaya. dan para ulama yang hadir mau merendahkan hati untuk menerima saran dari kepolisian.

Saya juga turut berterima kasih pada Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab, dan Aa Gym. Karena mereka mau bersepakat agar demo 212 nanti diganti dengan aksi dzikir dan doa bersama di Monas dari pukul 08.00 hingga Salat Jumat. Jika lapangan Monas tidak mencukupi, massa akan diarahkan ke Jalan Merdeka Selatan. Saya bersyukur, Mereka semua telah berhasil mengalahkan musuh terbesarnya. yaitu, ego dan menang sendiri tanpa mau mempertimbangkan bahaya yang mungkin lebih besar Jika aksi Shalat Jumat di jalan raya itu tetap di laksanakan.

Di tengah-tangah keharuan, Tanpa sengaja saya membuka berita lainnya, dan entah mengapa pandangan saya tertuju ke foto kumpulan pelajar pondok pesantren yang sedang asyik menaiki mobil angkutan. Mereka bergerak dari jalan raya Ciamis melewati Tasik lalu akan berakhir di Jakarta.  Menurut situs Republika, mayoritas pelajar berasal dari berbagai pesantren di wilayah Ciamis, Ada yang berjalan kaki dan naik kendaran untuk ikut serta menggelar sajadah di Masjid Istiqlal dan Lapangan Monas pada 2 Desember mendatang.

Saya tidak bisa berkata-kata apa lagi, dan tidak bisa meneruskan menulis malam ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s