Aksi Super Damai 212 : Makar atau Super Ramai

010Makar dan Ilusi Jihad

Issu makar yang di hembuskan Kapolri dan Ilusi Jihad yang di kumandangkan pembina FPI dalam rencena gelar aksi yang di jamin “Super Damai”, memperlihatkan kuatnya pertarungan opini yang cukup hebat.  Informasi Inteligen terkait makar yang digunakan dasar tuduhan oleh Kapolri banyak di ragukan kevalidannya oleh beberapa kalangan, Politikus, Akademisi bahkan oleh Bapak Wiranto. ” Sumber informasi Kepolisian terkait adanya Makar itu di ambil dari Medsos”, begitu kira-kira pernyataannya.

Di sisi lain Pembina FPI dan beberapa ormas Islam yang mendukung aksi gelar sajadah sejuta umat untuk menuntut penahanan Ahok pada 2 desember mendatang memaknai aksi 212 sebagai Jihad. Seruan Jihad ini pun di sinyalir oleh beberapa kalangan, baik Politisi, ulama bahkan masyarakat sebagai gerakan yang penuh muatan politis. Makar ataupun Ilusi Jihad, tetap saja gerakan pendekar 212 Wiro Sableng, yang di klaim super Damai ini memiliki kecendrungan untuk menjadi aksi super Ramai.

FPI dan beberapa eleman pendukungnya hanyalah ormas Islam, sudah pasti gerakan ormas ini menolak keras di tuduh Makar. dan juga tidak mungkin mereka akan punya nyali untuk merencanakan dan menciptakan “peristiwa besar dan berbahaya”. Namun, Informasi Inteligen juga tidak bisa di kesampingkan. Badan Intilegen Negara adalah lembaga yang kredibel dan sah, Badan ini bertugas mendeteksi dan melacak gerakan-gerakan yang mencurigakan dan berpotensi membahayakan Negara.

Jika informasi dari BIN sudah di anggap tidak valid dan di ragukan kredibilitasnya artinya negara dalam kondisi berbahaya. Bukan karena informasi dan kinerja lembaga inteligen itu buruk atau error akan tetapi, ini adalah suatu usaha sekelompok orang di luar sana, yang tabu untuk di bicarakan, yang ingin berkuasa sengaja menyudutkan lembaga kepolisian. sehingga issu mengenai ketidak akuratan informasi makar dari inteligen kepolisian sengaja di kembangkan agar lembaga ini bisa di lemahkan.

Sekelompok orang di luar sana, yang tabu untuk di bicarakan, sengaja menciptakan ketidakpercayaan kepada kinerja intelegen kepolisian, agar masyarakat percaya bahwa aksi 212 ini benar-benar tidak ada upaya makar, agar publik yakin aksi gelar sajadah ini benar-benar super damai dan murni sikap keagamaan. menurut saya, ini adalah suatu indikasi adanya upaya penghacuran terhadap kewibawaan kepolisian karena larangan menggelar aksi 212 dari kepolisian di anggap akan mengganggu dan menghalangi tercapainya merebut kekuasaan. yah…kalau massa sedikit, gagal deh buat kekacauan..

Sudah pasti ini bukan pekerjaan yang mudah, dan tidak mungkin di lakukan oleh FPI dan ormas-ormas pendukungnya. Ibarat permainan catur mereka hanyalah kebetulan tercipta menjadi pion-pion di atas papan catur. Tanpa sengaja pion-pion catur ini terbentuk secara natural karena adanya issu penistaan agama. karena pion-pion dan papan caturnya sudah tersedia secara alami. Sekelompok orang di luar sana, yang tabu untuk di bicarakan, siap bergerak serentak, agar momen yang jarang terjadi ini tak terlewatkan begitu saja. seruan ilusi jihadpun di kibarkan. kapan lagi akan dapat peluang emas, untuk menjatuhkan Jokowi kalau bukan sekarang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s