Orasi Ahmad Dhani : Dengan Lidahmu Aku Bicara

fanbing-bingKewibawaan Presiden itu Penting

Dalam kasus orasi Ahmad Dhani pada aksi 411 kemarin, yang di laporkan telah melakukan penghinaan dan penghujaan terhadap Presiden Jokowi, Saya hanya bisa menyampaikan satu kalimat bijak yang pernah di ucapkan Sekrtaris Presiden Amerika Serikat Ke-12, Carl Schurz  “ My country, right or wrong; if right, to be kept right; and if wrong, to be set right”.

Menjaga kewibawaan Presiden itu penting, meskipun secara pribadi kita melihat ada sikap dan kebijakan jokowi yang tidak sesuai menurut sudut pandang kita. Kita boleh menasehati dan menegur nya, baik secara lansung maupun tidak, bisa lewat surat, menulis opini atau sosmed, bahkan lewat orasi saat menggelar aksi demonstrasi, tetapi kita tidak bisa seenaknya mengatur  kepala Negara apalagi menghujat, menghina, dan mencoreng nama baiknya., Ketika kita menghina dan mencoreng nama baik Presiden saat itulah kita mencoreng diri kita sendiri.

Adakalanya dalam kasus-kasus tertentu, dan juga dalam situasi tertentu, kita bisa menggalang massa untuk menekan pemerintah agar mau memenuhi tuntutan, ”Tangkap Ahok”, Tahan Ahok”, “Turunkan Presiden” sebab itu hak demokrasi, misalnya dengan menggelar aksi sejuta umat seperti aksi 411 beberapa hari yang lalu atau aksi susulan bela Islam jilid 3, yang akan di gelar, jumat, 2 desember mendatang.. Akan tetapi, Bagaimanapun situasinya melakukan penghinaan terhadap symbol Negara tidak bisa di benarkan.

Jika kita lihat dari sudut pandang sebagai kepala negara presiden harus menunjukkan sikap yang tegas saat berhadapan dengan aksi massa yang radikal. Sebab kegagalan seorang pemimpin menunjukkan kepemimpinan yang kuat akan melemahkan turunnya moral militer yang pada akhirnya akan mengakibatkan turunnya otoritas komando presiden.

Apalagi dimata militer baik TNI/Polri Presiden adalah orang yang tidak bisa salah selama masih menjabat. Oleh sebab itu siapa saja yang mencoba melemahkan Presiden otomatis akan berhadapan dengan otoritas militer baik itu TNI maupun Polri,.Karena sebenarnya secara psikologis para pemimpin militer ini sangat takut kehilangan mental militer, lemahnya mental prajurit bisa mengarah ke hancurnya organisasi militer hingga bisa mengakibatkan disintegrasi bangsa.

Nah..intinya jika ada aksi terjadi terus menerus dan berkelanjutan…dari aksi 1, aksi 2, aksi 3, sampai ada susulan aksi-aksi yang lain, yang lebih hebat dan lebih super, sulit bagi saya, untuk mengatakan bahwa aksi-aksi yang berkelanjutan itu tidak ada keterlibatan militer di dalamnya atau paling tidak, dalam aksi tersebut ada dukungan dari militer, baik yang masih aktiv atau yang sudah purnawirawan. Sebab menjaga kewibawaan Presiden itu penting, tidak mungkin bagi militer membiarkan presiden sebagai simbol negara di hina dan di obok-obok, kecuali otoritas komando presiden turun.

Dengan Matamu Aku Melihat, Dengan Lidahmu Aku Biacra, Dengan Telingamu Aku Mendengar, Dengan Perintahmu, Aku Siap Komandan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s