Aksi 212 : Satu Atau Dua, Pilih Aku Apa Dia

aksi-211-super-damaiDamai Saja Ricuh, Apalagi Yang Super…!!!

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI)berjanji, Aksi Bela Islam 212 di jamin akan berlangsung secara damai. Bahkan, bukan hanya damai, tapi super damai dan semua pihak, TNI/Polri di minta untuk tidak takut. “Bentuk aksi adalah gelar ibadah, gelar sajadah. Bukan lagi sekedar aksi damai. Tapi super damai,”, Belajar dari sejarah, Sulit sekali bagi saya untuk mengatakan aksi ini akan berakhir damai. sebab yang damai saja berakhir ricuh apalagi yang super damai, ini akan menjadiperistiwa besar dan berbahaya”.

Rencananya, Aksi damai super tersebut akan dilakukan dengan shalat Jumat bersama dengan posisi imam berada di Bundaran Hotel Indonesia. Sebelum shalat, akan dilakukan doa bersama sepanjang Jalan Sudirman dan MH Thamrin., Di lihat dari susunan acaranya sudah pasti Aksi Bela Islam III ini akan memblokade jalan, tentu saja akan mengganggu kepentingan umum.

Kita bisa menebak rencana berikutnya, memblokade sarana transportasi dari pagi hingga petang akan menimbulkan banyak masalah kemacetan di jakarta, kemacetan ini akan berdampak sistemik,.seperti, pasar modal, indeks saham gabungan, dan kepercayaan investor terganggu.

Lalu tidak ada yang tahu apa langkah selanjutnya, tiba-tiba usai aksi 212 muncul berita di media Internasional, TNI dan Polri menyerang umat Islam dengan gas air mata, TNI dan Polri menembaki para Ulama dan Habaib  ketika sholat jumat, foto-foto mereka di pajang untuk tujuan propaganda lalu manjadi viral di sosial media .. dst.

Bisa kita bayangkan propaganda apa yang sebenarnya sedang di rencanakan, meskipun menurut bapak Wiranto, sejumlah pemuka dan perwakilan ormas keagamaan sudah menjamin aksi 212 akan berlangsung damai. Tapi apakah benar, aksi pendekar 212  ini akan dengan sukarela membubarkan massanya setelah lewat jam 18.00 atau malah aksi Pendekar Wiro Sableng 212 ini akan lebih Super  dari  aksi 411 kemarin.

Gerakan ini terkesan gerakan massa Islam, “tokoh di balik gerakan ini ” cukup berhasil mengelola issu agama sehingga berhasil memunculkan kesan gerakan Islam, di depannya banyak Ulama, dan Habaib yang ikut menyuarakan tuntutuan untuk segera menahan Ahok. Namun, Sayang sekali, kalau saya amati gerak-geriknya, dan pola-pola gerakannya, merangkak selangkah-demi selangkah,dari massa yang sedikit pada aksi bela Islam jilid I, jilid II, dan Aksi Bela Islam jilid III ini, jelas Sinto Gendeng yang di balik aksi Wiro Sableng 212 ini membuat skenario aksi yang cukup halus.

Tampak sekali ada yang mencoba main gunting dalam lipatan, ada sekelompok orang yang berlindung di balik gedung yang sedang memanfaatkan situasi buruknya komunikasi politik Jokowi dan Cikeas. sampai saat ini mereka berhasil menggiring opini masyarakat, dengan banyak cwitan-cwitan yang sengaja di edarkan oleh orang tak di kenal di luar sana, yang tabu untuk di bicarakan, untuk mengkambing hitamkan Cikeas.

Mereka yang bergerak merangkak untuk mengepung Istana tapi Cikeas yang tertuduh terlibat di dalamnya, Pantas saja pada aksi 411, Susilo Bambang Yudoyono geram dan sempat mengatakan, “Error Intilgen” dan “Lebaran Kuda”. Memang dalam masalah Pilgub DKI, Cikeas di untungkan, tapi dalam aksi besar yang diduga mengarah ke Makar, merencanakan “peristiwa besar dan berbahaya”. menurut saya sama sekali tidak ada indikator keterlibatan Cikeas di dalamnya. Sebab kalaupun Jokowi bisa di jatuhkan sama sekali Cikeas tidak di untungkan.

Untuk masalah ini, ketika sudah benar-benar terjadi super damai, artinya, setelah”peristiwa besar dan  berbahaya” berhasil meledak sesuai yang di harapkan, maka persoalan politik sudah tidak bisa di selesaikan di atas Meja Makan.

Tentu saja, keunikan aksi damai 212 ini tidak ada hubungannya dengan perpecahan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Yang bisa di ajak makan..tapi masih belum ada persatuan dan kesatuan, selalu saja pecah jadi dua.. mutar-mutar antara satu atau dua, “Pilih Aku, Apa Dia”. tapi intinya sama saja perang legitimasi kekuasaan.

Perang legitimasi kekuasaan ini juga bisa kita amati pada aksi 411, dengan taktik yang cukup halus, mengizinkan para peserta demo untuk menginap di gedung DPR,.apapun alasannya ini cukup aneh, ini siasat halus untuk menduduki gedung dewan, gak mungkin berniat damai, apalagi super damai, maka dengan sangat terpaksa, jokowi harus bertindak melakukan lobi-lobi yahudi di atas meja makan.

Pergantian pemain di posisi ketua DPR untuk merubah formasi, Karena “tidak mau pilih aku”, Ketua DPR harus di ganti, Ade Komaruddin harus legowo,  sehingga meskipun nantinya “peristiwa besar dan  berbahaya” itu berhasil meledak sesuai yang di harapkan, banyak kericuhan besar terjadi di mana-mana, lalu akan di susul dengan tekanan massa yang kuat untuk turunkan Presiden,

Tapi Jokowi sudah tidak bisa di makzulkan. jokowi sudah berhasil melakukan lobi-lobi yahudi di atas meja makan,Hasilnya bagaimanapun situasinya, Ketua DPR yang baru harus mendukung Jokowi. Nah..mereka akan mutar-mutar antara Nomor Satu (N1) atau Nomor dua, (N2) “Pilih Aku, Apa Dia “.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s