Aksi 212 : Kala Ku Diam Kau Tak Percaya, Aku Angkat Bicara Kau Bilang Dusta

pasukan-wanita-kowadSiaga Hadapi Makar

Jangan kira pemerintah indonesia itu lemah dan mudah di goyang. Jangan kira pemerintah bisa dengan mudah di jebak, di rayu dan di tekan, seperti memperdaya seorang wanita cantik yang lemah dan lembut. Lihat saja ketegasan Jokowi melindungi kewibawaan Pemerintah, Ketika di kumandangkan seruan Ilusi Jihad, dengan suara keras dan lantang, secara ksatria seruan ilusi jihad yang di kumandangkan itu di sikapi dengan tegas oleh Jokowi di Markas Koppasus,“Saya sebagai Panglima tertinggi, dalam keadaan darurat, bisa gerakkan Koppasuus“. tentu saja, berjihad membela negara demi kemaslahatan umat.

Ketika pendekar-pendekar sibuk mengumpulkan jutaan orang, merencanakan peristiwa besar dan berbahaya, Jokowi dengan santai, selesaikan semua urusan politik dan logistik di MEJA MAKAN,

Menangapi rencana terselebung pedekar 212, Di waktu yang berbeda Panglima TNI juga menyatakan siap berjihad untuk melindungi negaranya, dari gerakan anti demokrasi dan Pancasila, Jenderal Gatot Nurmantyo angkat bicara menjawab seruan ilusi Jihad itu  “Pasukan saya siap Jihad”.

Semua jajaran TNI dan Polri bersiaga, menghadapi hembusan api seruan ilusi Jihad kelompok radikal yang berkobar-kobar. Semua pejabat TNI di semua daerah.Danrem, Pangdam, Danlanud, Pangkotama, di perintahkan untuk siap berjihad membela negara.

Siaga untuk menghadapi makar dari kelompok radikal ini penting di lakukan untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Tak cukup dengan persiapan pasukan saja, TNI bersama Polri  juga mencari  pendekar-pendekar yang di persiapkan menyusup pada aksi 212, intelijen TNI dan kepolisian pun melacak, Siapa Wiro Sablengnya dan Siapa Sinto Gendengnnya, berani-beraninya, bersembunyi di balik gedung sambil merencanakan “Peristiwa Besar dan Berbahaya“.

Perintah Jihad Siaga Hadapi Makar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ini jangan di anggap main-main, ia tidak sedang berdusta, tapi benar-benar akan berjihad, dan kalau situasi mendesak siap angkat senjata.

Panglima Magada,  Ashoka tak tinggal diam ketika saudaranya melakukan percobaan kudeta di kerajaan Magada. “Cinta Tanah Air adalah sebagian dari Iman”. Semua tindakan Bughat atau Makar tidak dibenarkan dalam agama, pelakunya wajib di tumpas sampai ke akar-akarnya.

Selama ini, Jokowi diam bukan tak tahu, bukan juga tidak mengerti, apa sebenarnya maksud dari serangkaian manuver politik maupun sabotase rupiah yang membuat perekonomian Indonesia merosot. Tapi Jokowi sedang menunggu saat yang tepat untuk melangkah.

“Kala Ku Diam Kau Tak Percaya, Aku Angkat Bicara Kau Bilang Dusta”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s