Keunikan Aksi Damai 2 Desember (212)

tentara-wanita-tni-kowadWiro Sableng 212 vs Pasukan Tribhuwana

Aksi bela Islam jilid III nampaknya akan menjadi pertunjukan yang sangat unik. Angka 212 dentik dengan tokoh Wiro Sableng, murid Sinto Gendeng, ia memiliki senjata sakti Kapak Maut Naga Geni 212, seri pertama novel ini judulnya juga unik,  “Empat Berewok dari Goa Sanggreng”. ini hampir mirip dengan sebagian besar peserta aksi, yang mukanya berewok atau berjenggut, keunikannya lagi nama penulis serial novel Wiro Sableng  ini mirip dengan nama Bapak Kapolri  Jenderal Tito Karnavian. yaitu Bastian Tito. . Sepertinya kita akan menyaksikan serial baru Pendekar 212 yang berjudul “Wiro Sableng Melawan Pasukan Tribhuwana”

Keunikan angka Wiro Sableng 212, terkait dengan Nomer Pasangan Calon Gubernur DKI. dimana No 1,  No calon Gubenur Agus Silvi, sedangkan untuk No 2, milik Calon Gubernur Ahok Jarot. Entah ini di sengaja atau kebetulan, saya tidak berwenang untuk melakukan penyelidikan. tapi yang pasti Ahok sudah di tetapkan sebagai Tersangka, dan pada Aksi 2 desember 2016. Ormas Islam akan di menuntut Pemerintah untuk segera menahan Ahok.

Keunikan yang lain dari aksi ini adalah angka 212, jika di jumlah akan di dapatkan angka 5 (lima), Kita tahu angka ini identik dengan Rukun Iman dalam ajaran Islam, sedangkan di Indonesia angka  5 identik dengan Pancasila. Jika dalam rukun iman sila pertama, berbunyi, Seorang muslim wajib beriman kepada Allah SWT, sedangkan di Pancasila sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa.

Angka hasil penjumlahan dari 212 milik Wiro Sableng ini juga berhubungan dengan jumlah agama yang di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, ada  5 agama resmi yang di akui di negeri ini. Salah satunya adalah Agama Buddha, angka 5 dalam agama buddha  terdapat dalam doktrin Pancasila Buddhis.

Keunikan aksi damai 212 ini, terkait doktrin pancasila buddhis adalah sila 1, 2 dan 5. Dalam sila ke 1,  Menghindari Pembunuhan, Sila ke 1 ini terkait dengan seruan ilusi jihad yang dikumandangkan, di tanggapi oleh Panglima TNI, “Pasukan Saya Siap  Jihad” . Sila ke 2, Tidak mengambil barang, Kudeta adalah merampas atau menggulingkan kekuasaan yang sah, Kemudian yang terakhir Sila ke 5, dalam Pancasila buddhis terkait masalah Logistik.

Inilah keunikannya, angka hasil penjumlahan dari 212 milik Wiro Sableng ini juga berhubungan dengan kekacauan politik yang terjadi akhir-akhir ini, sebab semua kericuhan dan kekacauan ini sebenarnya terkait sila ke 1, 2 dan 5 dalam pancasila buddhis. Kasus yang bermula dari masalah Logistik, pepatah mengatakan “Logika, tanpa Logistik, Anarkhis”. Seseorang bisa melancarkan kudeta hanya gara-gara Logistik. lalu mengelola issu agama agar tekesan ideologis dan agamis.

Menurut Sang Buddha , “Barang siapa sempurna dalam sila dan mempunyai pandangan terang, teguh dalam dhamma, selalu berbicara benar dan memenuhi segala kewajibannya, maka semua orang akan mencintainya

Keunikan yang lain, kemungkinan TNI juga akan turut dalam pengamanan aksi demo, terkait maraknya issu ada tujuan politis yang mengamcam negara dalam aksi tersebut, untuk meredakan dan membuat suasana demo pernuh keunikan dan keindahan, mungkin TNI  akan mengarahkan pasukan wanita, yang bernama KOWAD (Korp Wanita Angkatan Darat). Pasukan Tribhuwana ini memiliki peran vital dalam menjaga pertahanan, keamananan dan juga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mereka mungkin akan dipersiapkan untuk menghadapai Massa Aksi Bela Islam Jilid III pada Jumat, 2 Desember 2016..Ini juga keunikan tersendiri,  Kita akan menyaksikan drama kolosal “Wiro Sableng Melawan Pasukan Tribhuwana”, tentu saja pasukan Kowad ini akan banyak yang cantik-cantik. sebab Pemberontakan Pendekar 212 perlu di hadapi dengan kelembutan dan keindahan. Sebab meskipun  aksi 212 ini di jamin super damai, tapi siapa yang bisa menebak, skenario beikutnya, aksi damai 411 saja ricuh, apalagi yang super..

Nama Tribhuwana ini saya ambil dari nama Dyah Gitarja. Ia merupakan putri dari Raden Wijaya, Raja Majapahit. menurut sejarah, Majapahit menganut ajaran Shiwa Buddha. Di masa kepemerintahan Tribhuwana inilah Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. ia berjanji dalam sumpahnya akan menyatukan Nusantara.

Gajah Mada ini di angkat menjadi Maha Patih karena ia berhasil menumpas gerakan pemberontakan Rakuti, kala itu Rakuti adalah seorang pemuda yang cukup gemilang karirnya di dunia Militer,  kala itu Raja Majapahit yang berkuasa adalah kakak kandung Tribhuwana, sebagai raja ia  di pandang sangat lemah dan tidak tangkas dalam mengambil kebijakan.

Rakuti pun tergiur untuk merebut tahta kerajaan Majapahit. sehingga  Rakuti dan pasukannya melancarkan Kudeta untuk menggulingkan Kerajaan. Tapi Penggulingan kekuasaan yang di lakukan Rakuti tidak di awali dengan Aksi Demo Penistaan Agama terlebih dahulu…Beruntung ada Patih Gajah Mada dan Pasukan Tribhuwana yang menyelamatkan Sang Raja…Mereka membawa Sang Raja menunggangi Kuda berwana Putih di sebuah bukit jauh dari kota Majapahit..Sang Raja berkata Kala Ku Diam Kau Tak Percaya, Aku Angkat Senjata Kau Bilang Dusta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s