Mau Ikut Aksi Damai 2 Desember, Katakan “Tidak”

aksi-2-desemberLogika Tanpa Logistik Anarkis

Saya membaca berita di media on line, Aksi damai jilid III yang rencananya 25 November di undur, 2 Desember 2016, alasan aksi susulan ini macam-macam, tapi yang pasti, karena (GNPF) MUI tidak suka terhadap kinerja kepolisian, mereka akan menuntut Ahok segera di tahan. sebab kata Jura bicara FPI, tidak ditahannya tersangka Ahok adalah ketidakadilan apalagi  kasus penistaan agama ini sudah membuat heboh nasional dan internasional. Untuk alasan yang terakhir ini saya agak bingung memahaminya, kesimpulan ini berdasarkan berfikir Logis, atau logistik..? 

Mungkin maksud Panglima Laskar Islam yang pernah mengaku bertanggung jawab atas terjadinya kerusuhan, terkait dengan penyerangan dan kekerasan di Monas tahun 2008 ini,  Mereka akan menuntut penegakan hukum seadil-adilnya, Ahok wajib di tahan, tidak boleh tidak, sebab Gelar perkara yang di selengarakan terbuka terbatas di kepolisian beberapa hari lalu hanya sandiwara politik.

Selain itu, menurut juru bicara FPI, yang terlihat pernah membagi-bagikan uang ke sejumlah pendemo 411 tersebut, Alasan di gelarnya aksi demu susulan ini, karena kasus Ahok ini akan memicu pecahnya keutuhan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia. Ini juga saya agak bingung memahaminya.

Saya hanya bisa memahami secara sederhanaa saja, Manusia kalau sudah tidak suka, banyak alasan untuk mengatakan Tidak. Marilah kita lihat kejadian Penolakan terhadap sosok Ahok pada Pilgub DKI 2012. Saat itu, Konsep pemilihan pemimpin berdasarkan salah satu tafsir  Surat Al Maidah ayat 51 mulai di wacanakan,  Namun isu SARA itu meredup seiring  terpilihnya Jokowi-Ahok jadi Gubernur DKI,  Setelah Pilgub berakhir gerakan  penolakan  terhadap sosok Ahok mereda.

Menyambut Pemilihan Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. Muncul gerakan pencarian sosok jawara DKI dari kalangan muslim untuk menyaingi Ahok gerakan ini juga di dasari oleh konsep pemilihan pemimpin dari pemahaman salah satu tafsir  surat Al Maidah ayat 51.  Untuk mewujudkan rencana ini, Sejumlah tokoh bergabung dalam Muzakarah Alim Ulama, dan Habaib, Tokoh masyarakat dan cendekiawan muslim meluncurkan Konvensi Calon Gubernur Muslim DKI Jakarta di Aula Buya Hamka, Masjid Agung Al Azhar, Jakarta.

Ketua Dewan Pemilih mengklaim Konvensi Calon Gubernur Muslim DKI Jakarta diselenggarakan berdasarkan aspirasi umat muslim. Karena, Mereka resah dengan hadirnya bakal calon gubernur dan wakil calon gubernur non-muslim di ibu kota Jakarta. karena tidak sejalan dengan konsep pemilihan pemimpin dalam kitab suci.

Ahok, Gubernur DKI Jakarta, Merasakan gerakan ini akan menurunkan elaktabilitasnya sebagai Calon Gubernur pada Pilgub 2017. sebagai tindakan antisipasi, di kepulauan seribu Ahok berpidato pada masyarakat setempat, dalam pidatonya Ahok mengingatkan masyarakat tentang adanya indikasi gerakan penolakan Ahok menggunakan Surat Al Maidah ayat 51, Pernyataan Ahok dalam pidato itu menjadi viral di media sosial.

Pucuk di cinta ulam pun tiba. Ahok masuk pusaran yang hebat. Gerakan pencarian sosok jawara DKI, yang semula akan mengangkat Issu  pemimpin Non Muslim untuk menolak Ahok, bergeser menjadi issu agama, Karena peryataan Ahok di pulau seribu yang mengutip surat Al Maidah 51, di nilai telah menyakiti Ulama dan menghina kitab suci. Issu Penistaan Agama dengan cepat bergulir menjadi issu Nasional.

Meski Ahok sudah meminta maaf, tapi dalam politik tidak akan ada kata maaf bagi Ahok   Pada 4 November Aksi demonstrasi sejuta umat  di gelar, mereka menuntut Ahok di tahan dan di pidana, Tuntutan Aksi damai tersebut sudah di penuhi pemerintah, Jokowi sebagai presiden berjanji akan menyelesaikan kasus penistaan agama ini secara tegas dan transparan.

Untuk memenuhi aspirasi masyarakat, Pihak kepolisian membuka gelar perkara secara terbuka dan terbatas, Ahok pun sudah di tetapkan sebagai tersangka. Namun, Mereka tidak suka dan keberatan terhadap hasil gelar perkara kepolisian karena Ahok tidak di tahan, Aksi susulan pun akan di gelar pada 2 desember mendatang, dengan alasan  kasus Ahok akan memicu pecahnya keutuhan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia. dan alasan-alasan lain…

Mengamati perjalanan kasus ini dari awal, Seorang mungkin berpikir bahwa tujuan sebenarnya dari aksi damai jilid III pada 2 desember ini sudah terbaca, Yang mesti dilakukan hanyalah sekedar membuka mata kita atau memusatkan perhatian kita terhadap tujuan di balik gerakan tersebut. Saya yakin  Rakyar Indonesia Tidak Bodoh, Sebab segala sesuatu yang tidak biasa patut di curigai. Karena arahnya sudah jelas, kenapa memaksa Ahok harus di tahan..

Kita bisa melacak jawabannya, dari awal munculnya gerakan pencarian sosok jawara DKI dari kalangan muslim untuk menyaingi Ahok, sampai di selenggarakannya Konvensi Calon Gubernur Muslim DKI Jakarta, di tambah lagi, Juru FPI pernah mengatakan, FPI hanya mengakui dua Calon Gubernur DKI, yaitu, No urut 1 dan 3, dan tidak ada Nomor Urut 2 Nah..untuk mewujudkan rencana ini Ahok harus di tahan. Meskipun harus melakukan aksi yang tidak wajar..dan semakin tidak wajar.

Semakin tidak wajar suatu gerakan semakin tinggi tingkat kecurigaan masyarakat terhadap motivasi di balik gerakan tersebut. teorinya sederhana, “Logika tanpa Logistik, Anarkis”. ketika  Logistik tidak tersedia dengan baik, Logika dan Idenalisme seseorang menjadi Pudar, akhirnya menjadi Anarkis…kadang juga Idealisme seseorang atau organisasi itu muncul karena tidak kebagian Logistik.

Yang BERBAHAYA, ketika LOGISTIK nya sudah di bagikan, tapi Idalisme nya tidak muncul, maka yang memberi LOGISTIK, akan bertindak Anarkis..maka Mau tidak Mau, Apapun alasannya harus melakukan Gerakan meski issu yang di usung sudah tidak relevan…

Mengikuti perkembangan Aksi Damai menuntut Penistaan agama ini, Saya jadi heran, saya seakan-akan di ajak Perang logika, Tapi saya tidak akan berlogika terlalu mendalam. Jika Aksi Damai 2 desember ini betul-betul karena agama, semoga saja aksi ini berjalan dengan lancar dan damai. tapi kalau aksi susulan ini ada tendensi Politik yang lebih besar dan terselubung, serta merencanakan “peristiwa besar dan berbahaya”,. mari kita bersama-sama menjawab seruan ikut aksi damai 2 Desember dengan berteriak”KATAKAN TIDAK”,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s