Pendukung Honorer dan Rakyat Tidak Bodoh

 

rakyat-tidak-bodoh1Rakyat Tak Bisa di Paksa

Zaman sudah berubah, dulu zaman batu kini era teknologi informasi. Cara berfikir dan bertindakpun juga berubah, dulu rakyat berfikir memilih pemimpin yang seagama dan se golongan akan membuat hidup jadi makmur dan bebas dari korupsi, nyatanya tidak, pemahaman tentang kehidupan juga akan berubah. Hanya satu yang tak mungkin berubah, yaitu perubahan itu sendiri. Perubahan inilah yang membawa rakyat kedalam putaran abadi. Lahir Muda Tua dan Mati

Dulu rakyat begitu patuh dan taat mengikuti sikap politik tokoh agama,  banyak para tokoh politik jaman dulu, bisa meraih sukses yang luar biasa, dengan dukungan penuh tokoh agama, karena para tokoh politik agama itu tahu bagaimana memanfaatkan rakyat, mereka tahu betul, bahwa apa yang di katakan akan di dengar, dan apa yang di perintahkan akan di kerjakan.Tapi sekarang rakyat hanya ingin mendengar sesuatu yang benar dan menguntungkan. laksana seorang bayi yang baru lahir.

Setelah belajar merangkak dan berjalan, Rakyat  tak lagi mudah di paksa untuk memilih pemimpin mengikuti kehendak tokoh agama dan politik. Baik rakyat yang sudah sadar maupun rakyat yang berprofesi sebagai pendukung HonorerMereka mungkin kurang mengerti ilmu agama, seperti, fiqh, tafsir dan aqidah, dan juga kurang mengeri permainan catur politik, meski demikian, bukan berarti mereka tidak mampu menentukan pilihan politik. Secara Gratis sebab Rakyat tidak BODOH.

Rakyat  sudah sadar dan ngerti bagaimana menilai sepak terjang pemimpinn, rakyat sudah mampu mengambil kesimpulan sendiri, mana politik agama, mana agama politik. Mana fakta dan opini, mana yang jujur dan korup, mana yang adil dan dholim. sebab semua ini wilayah  yang bisa di amati secara langsung oleh rakyat bukan wilayah agama, yang penuh dengan pendapat yang perlu di hafal.

Pendukung Honorer punya pandangan sendiri, mereka juga sadar dan ngerti, untuk itulah mereka pasang tarif..Rakyat model inilah yang biasanya bisa di beli dan di bayar. Di perintahkan apa saja mereka siap melakasanakannya,  Mau Aksi, Mau tolak kampanye salah satu calon dan mau apa saja. asal sesuai kesepakatan, tentu saja kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak,

Para tokoh politik cendrung memanfaatkan mereka, karena mereka sama sekali tidak berkepentingan dengan keutuhan dan masa depan bangsa. Meski begitu untuk pilihan politik, Pendukung Honorer masih punya pilihan sadar, yang sesuai hati nurani. Karena Rakyat tidak Bodoh, berapa millar pun dana yang akan di kucurkan dalam PILKADA serentak ini, Kemungkinan hasilnya tidak akan sesuai dengan harapan..   

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s