Belajar dari Unjuk Rasa 4 November

aksi-4-novemberAksi Damai 4 November, telan Biaya 200 Milliar

Aksi unjukrasa atas dugaan penistaan agama, yang di laksanakan pada hari jumat 4 November sungguh merupakan kekuatan aksi massa yang sangat luar biasa, aksi bela Islam ini sudah mampu mendatangkan 500 ribu lebih bahkan mungkin mencapai 1 juta demonstran, selang 22 hari setelah aksi bela Islam jilid pertama, jumat, 14-Okt, aksi bela Islam jilid dua ini juga di ikuti  oleh aksi aksi serupa di berbagai daerah.

Gerakan mobilisasi massa 4 november adalah aksi terbesar dan baru pertama kalinya terjadi di Indonesia, tentu unjukrasa ini membutuhkan biaya yang cukup fantastis,Saya kalkulasi secara kasar Aksi ini dapat menelan  biaya dengan total keseluruhan mencapai 200 Milliar rupiah. biaya konsumsi saja, jika di anggarkan 20 ribu rupiah perorang, dengan jumlah 500 ribu-1juta peserta demo, maka didapat total biaya konsumsi sebesar 10 – 20 milliar sekali makan, 2 kali makan 40 milliar, ini belum biaya transportasi.

Kehadiran tenaga profesional pun mutlak diperlukan untuk melakukan mobilisasi, mengelola issu dan membentuk koordinator dari tingkat pusat, wilayah dan daerah apalagi aksi 4 November ini di rencanakan 22 hari dari aksi bela Islam jilid pertama. Perlu mengadakan rapat dan pertemuan2 yang cukup intens sebelum aksi, kesuksesan aksi 4 November ini juga tak lepas dari campur tangan para Cyber dan Buzzer,  menggunakan jasa mereka juga butuh biaya yang tidak sedikit.

Lalu apakah benar unjukrasa 4 November ini aksi spontan tanpa ada kepentingan lain yang cukup besar di balik issu penistaan agama… di sini, saya tak bisa menjawabnya, saya hanya bisa berkata, ini gerakan yang cukup dahsyat,  di rancang dengan waktu yang cukup singkat, tapi saya tetap tak bisa membayangkan bagaimana merencanakan aksi yang besar dan dahsyat, yang saya perkirakan menelan biaya hampir 200 miliaran rupiah hanya untuk masalah Pernyataan seorang Ahok.

Para tokoh yang berkomentar di layar kaca, mencoba meyakinkan publik bahwa aksi besar tersebut tak ada kaitannya dengan politik PILKADA, mereka menyatakan, unjukrasa 4 november ini merupakan gerakan sosial yang murni muncul dari sikap keagamaan, bagi saya, tak mungkin tokoh agama manapun mampu melaksanakan aksi sebesar itu tanpa ada Tangan Sakti  yang ikut bermain di dalamnya.

Meskipun saya hanya menonton dari layar kaca tapi kekhawatiran akan terjadi kekacauan saat malam tiba terlintas dalam pikiran,  Saya mingingat kenangan pahit dan menyedihkan saat kericuhan demontrasi antara massa pro Gus Dur dan Anti Gus Dur beberapa tahun lalu, Saat itu peserta demo sekitar 150 ribu orang saja tak sebanyak aksi demo 4 november . Namun akibat bentrok antar mahasiswa pada aksi tersebut suasana kota Jakarta berubah menjadi mencekam.

Keesokan harinya pasukan berani mati (PBM), massa pro Gus Dur dari Jawa Timur datang membanjiri kota jakarta. Situasinya semakin mengerikan, mereka ganas dan beringas, Beberapa fasilitas umum menjadi sasaran empuk  massa Pro Gus Dur, perilakunya sangat tabu untuk di bicarakan. tidak hanya di jakarta saja bahkan di setiap daerah di Jawa Timur,.Mereka meyakini aksi tersebut sebagai Jihad Membela Islam Tradisional. Karena mereka tidak rela ” Kyai dan Ulama “nya di hina dan di rendahkan.

Di sisi lain, Massa Anti Gus Dur memposisikan diri sebagai pembela Islam yang sesuai Kitab Suci dan Sabda Nabi, Menurut ulama mereka, Gus Dur telah melenceng dari Islam yang sudah di gariskan oleh ulama Salaf. Karena menurut tokoh mereka, Presiden RI itu pembela Komunis, melindungi Etnis Tiong hoa, apalagi Presiden RI itu kerap kali terlihat berhubungan mesra dengan kaum Nashrani. Maka di simpulkan, Gus Dur adalah “Musuh Islam” , Dia tidak layak menjadi presiden dan tak pantas menjadi pemimpin umat muslim. Mereka sepakat bahwa Presiden RI itu Wajib di “GULINGKAN”..

Tapi saya bersyukur Aksi Demo 4 November berjalan damai. Kericuhan seperti yang saya bayangkan tidak terjadi, Tidak ada ” Penggulingan Presiden “.  Para Tokoh dan Ulama Islam juga hadir  di tengah-tengah pengunjuk rasa, mereka turut mendinginkan suasana, memberi pernyataan-pernyataan yang menyejukkan, semua itu di perlukan untuk keutuhan NKRI. Kericuhan yang terjadi setelah jam 18.00, Menurut Bapak Kapolri, itu bukan bagian dari Aksi Damai 4 November,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s