Siska, Delapan Tahun Merantau Mudik Lebaran Jadi Mayat

Ilustrasi Siska HandayaniDuka Keluarga Siska, TKI Asal Madiun Yang Tewas di Singapura

Kontak terakhir Siska dengan keluarga di madiun sebulan sebelum mendadak meninggal dunia, pada kesempatan itu perempuan malang ini sempat menceritakan keinginannya untuk mudik Lebaran, selama delapan tahun merantau ke Singapura, tak pernah sekalipun ia pulang, ia merindukkan kampung halaman, tempat ia dilahirkan dan di besarkan namun ia mengaku keinginannya pulang kampung di halangi majikan. Selain itu Siska juga Mengeluhkan gajinya yang sudah empat bulan belum di bayar. 

Tiba tiba menjelang lebaran, pihak keluarga menerima laporan tentang meninggalnya Siska, kabar duka ini datang dari Nita, ia adalah teman Siska yang sama sama menjadi TKW di Singapura. Nita menyampaikan kabar itu melalui telepon seluler miliknya, perempuan ini menceritakan kematian Siska yang mendadak menjelang mudik Lebaran itu akibat penyakit komplikasi tuberkulosis (TBC).

Kabar duka itu membuat keluarga Siska kaget dan tak percaya, pihak keluarga tak pernah mendengar Siska mengidap penyakit kronis. Apalagi tidak ada laporan medis dari dokter. Karena itulah kabar duka dari Nita atas meninggalnya Siska di Singapura akibat penyakit TBC di ragukan keluarga Siska di Madiun.

Mariam kakak perempuan dari Siska menduga ada penyebab lain yang mengakibatkan adiknya meninggal dunia. Ketidakpercayaan Mariam atas meninggalnya Siska berdasarkan pengakuan Siska sendiri melalui kontak telepon terakhirnya kepada Mariam.

Mariam bercerita, kira kira sebulan yang lalu, Siska hanya mengeluh sakit pinggang dan tidak mengaku sakit aneh aneh, bahkan seminggu sebelum ada kabar duka tersebut, Siska bercerita bahwa dia selesai menjalani terapi sakit pinggang, dan Siska bilang sudah sembuh.

Itulah sebabnya mariam tidak percaya adiknya meninggal mendadak akibat penyakit TBC. Kakak perempuan siska ini baru bisa yakin adik nya meninggal akibat penyakit kronis tersebut dengan catatan harus ada laporan medis yang menjelaskan.

Keluarga   Siska juga bingung bagaimana cara membawa pulang jenazah Siska dari Singapura , bahkan keluarga tersebut tidak tahu nama PJTKI yang memberangkatkan Siska,. “yang penting jenazah adik saya bisa di bawa pulang, delapan tahun sejak merantau ke Singapura tidak pernah bertemu, pulang pulang jadi mayat”, keluh Mariam sambil meneteskan air mata.

Perlahan-lahan suasana duka yang mengiringi keluarga Siska semakin dalam, harapan Mariam dan keluarga lain untuk berkumpul dan bertemu Siska di hari lebaran musnahlah sudah, jangankan bertemu Siska dalam keadaan hidup, bertemu jenazahnya Siska saja mereka masih kesulitan dan belum mendapatkan kabar kapan akan di pulangkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s