Mudik Lebaran, Menjunjung Tinggi Tradisi Leluhur

Mudik LebaranMudik Lebaran dan Tradisi

Hari raya Idul Fitri sangat identik dengan fenomena Mudik Lebaran atau pulang kampung. Tak nyaman rasanya bila lebaran ada di negeri orang, jauh dari orang tua dan keluarga besar lainnnya, banyak tradisi leluhur yang berhubungan dengan Lebaran Idul Fitri yang ingin di lakukan setelah berada di kampung. Dari silaturahmi, menggelar selamatan, sampai nyekar ke makam leluhur dan guru spiritualnya.

Para pemudik biasanya menggunakan acara lebaran di kampung untuk bersilaturahmi, kegiatan ini selain untuk menjunjung tinggi tradisi leluhur silaturahmi merupakan bentuk relasi sosial, yang berfungsi untuk memberi rasa aman, keharmonisan dan keutuhan. Menjalin kekerabatan atau silaturahmi adalah bersifat natural sekaligus cultural, sebab menyatu dan membentuk keharmonisan kelompok merupakan sifat dasar manusia. Setiap manusia di manapun berada pasti memilki naluri untuk selalu berkumpul dengan kelompok yang memilki hubungan darah.

Selain silaturahmi, mereka akan ikut berpartisipasi dalam acars selamatan, meski scara ini tidak semua daerah menyelenggarakannya namun Tradisi selamatan lebaran banyak kita jumpai di beberapa daerah di Indonesia, sebut saja, tradisi selamatan sedekah lebaran yang di lakukan secara turun menurun oleh masyarakat suku Useng di desa kimeren Banyuwangi, Jawa Timur.

Yang paling banyak di lakukan masyarakat saat mudik lebaran adalah nyekar ke makam leluhur Tradisi nyekar jelang lebaran atau ziarah kubur ke makam leluhur saat lebaran atau sebelumnya merupakan agenda wajib bagi kebanyakan masyarakat. Bahkan tradisi ini yang disinyalir menjadi penyebab meningkatnya arus mudik jelang lebaran, karena rata rata para perantau akan merasa berdosa jika mereka tidak bisa berziarah ke makam leluhur atau orangtua yang meninggal untuk minta restu, mereka berkeyakinan salah satu unsur penentu kesuksesan dalam perantauan adalah mendapatkan restu leluhur.

Tujuan mudik lebaran bagi masyarakat indonesia tidak hanya masalah prestise dan memakai baju baru, lebih dari itu, sebagai bangsa yang berbudaya, masyarakat indonesia memaknai mudik lebaran dengan penuh penghayatan demi menjunjung dan mempertahankan tradisi leluhur. Selain memilki makna budaya tradisi pulang kampung juga mengandung makna spritual di dalamnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s