Idul Fitri Saatnya Belajar Memaafkan

BercerminIdul Fitri, Bercermin dan Memaafkan

Hari Raya Idul Fitri merupakan Momen yang tepat bagi kita khususnya umat Islam untuk saling berjabat tangan dan saling memaafkan. Berjabat tangan dan saling memaafkan merupakan upaya melihat kesalahan diri sendiri, karena hanya melalui orang lain kita akan dapat melihat kesalahan diri kita sendiri, apa yang  pernah dilakukan orang lain pada diri kita tentunya pernah juga kita lakukan pada orang lain, begitulah sejatinya suasana Hari Raya Kemenagan, laksana kita sedang berhadapan dengan sebuah cermin.

Kitab Suci Mengatakan ‘’Barang siapa yang berbuat kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat ( balasan ) nya, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat ( balasan ) nya juga.

Apa yang kita rasakan dan alami saat ini merupakan cerminan atau suatu balasan dari perbuatan kita sebelumnya, sebab apa yang kita rasakan saat ini merupakan proyeksi dari perbuatan kita di masa lalu. jika dalam diri kita muncul perasaan bersalah dan merasa bersalah, maka kita akan segera dapat mengetahui baik buruk perbuatan kita,   Inilah yang di sebut Hukum Perbuatan.

Hukum Perbuatan adalah salah satu hukum mutlak yang ada di alam semesta ini. Hukum Perbuatan mengatur tentang sebab dan akibat dari apa yang kita perbuat, bersifat universal dan akan bekerja secara alami dan adil, sebab berbuat kebaikan seberat zarah pun akan menghasilkan Kebaikan pula, sedangkan kejahatan seberat zarah pun akan menghasilkan keburukan pula.

Mengapa dikatakan hukum yang mutlak, karena tidak ada satu mahlukpun yang bisa mencampuri atau merubah hukum ini sekehendak hatinya. Hukum Perbuatan diciptakan Tuhan untuk memberikan keadilan terhadap setiap mahluknya, dan agar mereka bisa belajar dari sikap/tingkah lakunya dan memahami arti-arti kehidupan.

Banyak diantara kita yang telah melupakan salah satu hukum mutlak ini bahkan melupakannya, padahal ini adalah salah satu hukum yang seharusnya kita jadikan pedoman untuk bercermin terhadap perbuatan dan masa lalu kita. Agar kita bisa belajar dari apa telah kita perbuat, dan memperbaikinya lalu membuatnya menjadi jauh lebih baik. Apakah yang telah terjadi pada kita sekarang ? maka tanyakanlah Apakah yang telah kita sebabkan di masa lalu ? Makna Idul Fitri dan Kembali Ke Fitroh

Bersambung...

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s