Belajar dari Kasus Penggerebekan Arzeti Bilbina

Kasus Arzet BilbinaArzeti Bilbina Ketiban Sial

Hari sial yang menimpa artis senior Arzeti Bilbina itu terjadi minggu pukul 14.30 WIB dan penggerebakan dipimpin oleh Wakil Komandan Denpom Divif 2 Kostrad Kapten Cpm Sandri.

Saat peristiwa sial itu, Arzetti disebutkan tengah melakukan pertemuan dengan Komandan Kodim (Dandim) Sidoarjo, Letnan Kolonel Kavaleri Rizeki Indra Wijaya.

Terkait kasus pertemuan anggota DPR RI dan Perwira TNI tersebut, Ada salah satu ajaran yang pernah saya dengar dari beberapa acara yang di siarkan oleh radio dan televisi.

Janganlah salah seorang dari kalian melakukan pertemuan rahasia (khalwat) dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantaranya“.

istilah “Setan” menurut beberapa nara sumber, merujuk pada dua makna, pertama, makhluk metafisika yang suka menggoda manusia, kedua, manusia biasa yang pada umumnya atau seseorang yang suka melakukan kerusakan.

Merujuk makna “Setan” dari arti yang kedua di atas, Terkait kasus pertemuan Arzeti Bilbina tersebut, pertanyaanya adalah siapakah manusia yang ingin merusak kebahagian Arzeti Bilbina …??? secara umum ada dua manusia yang menjadi bagian ketiga dari dua orang yang melakukan pertemuan rahasia…

Pertama, Orang yang cemburu,  cemburu sama dengan rasa iri hati, yang di definisikan sebagai keinginan menghilangkan kebahagian pada diri orang lain. rasa cemburu akan membuat orang berfikir liar. dan pikirannya itu akan membawanya melakukan kerusakan pada diri orang lain, paling tidak  ia akan membuat kerusakan dengan cara mencemarkan nama baik orang lain..

Adanya  orang yang cemburu dan membuat kerusakan inilah Arzeti Bilbina ketiban Sial, Sebab peristiwa sial itu tidak akan terjadi tanpa ada informasi, Apalagi Petugas Denpom TNI Sidoarjo tidak mungkin bertindak  tanpa ada laporan terlebih dahulu.

Sebagaimana di lansir Sinar Harapan (25/10) Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Sabar Fadillah mengatakan, peristiwa yang terjadi pada Minggu (25/10) siang itu, terungkap dari laporan awal yang diterima oleh Denpom Divif 2 Kostrad, yang meminta bantuan untuk melakukan penggerebekan

Manusia yang menjadi bagian ketiga dari dua orang yang melakukan pertemuan rahasia (Kholwat) cendrung membuat kesimpulan sederhana dan tergesa-gesa, ia membuat laporan awal dan meminta bantuan penggerebekan  padahal membuat statemant negatif terhadap wanita “muhshonat”, wanita yang bersuami atau pejabat publik perlu menghadirkan empat orang saksi sebelum membuat pernyataan.

Kedua, Orang yang suka berfikir negatif (suuddzhon) , Manusia yang menjadi bagian ketiga dari dua orang yang melakukan pertemuan rahasia (Kholwat) cendrung suka ber GOSIP, mereka akan segera menyebarkan berita yang tidak sedap, dengan mengesampingkan asas praduga tak bersalah sebelum jelas duduk persoalannya

Sebagaimana di beritakan entertainment.kompas.com, Kabar tak sedap yang menimpa Arzeti Bilbina itu beredar di sebuah grup WhatsApp (WA) wartawan di Jawa Timur pada Senin (26/10/). menurut Kompas.com Kabar tersebut beredar tidak disertai dengan nama pihak yang merilisnya.

Berita dari sumber yang belum jelas tersebut menyebar begitu saja, kabar “Selingkuh”, “di Gerebek di Hotel” dan “di gugat cerai suami” mengarah pada Arzeti. perasaannya pun menjadi tak tenang dan tak tentram

Semua keluarga besar Arzeti Bilbina, sahabat dekat,  terutama anak, suami dan istri dari perwira tersebut ikut juga tertimpa kesialan. setiap hari mereka ingin bersembunyi dari penglihatan orang banyak . bahkan Arzeti pun tidak berani menghubungi orang tuanya.

Sebagaimana di lansir beritabersatu.com (28/10), arzeti mengungkapkan ” Saya benar minta maaf dengan ibu saya, saya belum bisa hubungi beliau, karena saya takut dan beliau terpukul dengan berita ini. Saya minta maaf kepada ibu bapak mertua saya, teman, keluarga di Sidoarjo dan Surabaya,” kata Arzeti didampingi suamiya, Aditya Setiawan

Ia melanjutkan ” Ini teguran dari Allah. Ini sensitif sekali. Kemarin saya belum berani karena harus diskusi dulu namun semakin hari isu yang berkembang kayaknya makin aneh-aneh,” lanjut Arzeti

Menurut Calr Schneider dalam buku Shame, Exposure, Privacy, Schneider berpendapat bahwa disgrace shame (perasaan malu yang berhubungan dengan kehinaan seseorang) lebih diutamakan daripada discretionary shame (perasaan malu yang terkait dengan kesopanan). Namun, keduanya tetap diperlukan untuk membimbing seseorang agar tetap mempertahankan integritas,

Integritas di fahami sebagai suatu sikap dimana seseorang di tuntut tetap melakukan hal  yang prinsip dalam situasi apapun sekalipun tidak ada orang lain yang tahu. Untuk menjadi seorang yang punya integritas dibutuhkan komitmen yang kuat,  Dalam hidup ini seringkali kita dihadapkan pada pilihan yang menguji integritas..

Brigjen Fadilah mengatakan Kasus Arzeti tersebut  saat ini sedang diproses internal TNI AD. ” Sekarang dalam proses pemeriksaan, apakah yang disangkakan itu betul atau tidak,” ucapnya. “Kalau memang terjadi kesalahan, tentu akan ada hukuman dan sanksi. sebagaimana di lansir nasional.tempo.co (27/10).

Terbukti atau tidak, kasus Arzeti sudah menjadi berita nasional, stigma selingkuh akan sulit di hapus hanya dengan klarifikasi pihak terkait dan yang terlibat. Masyarakat sudah terlanjur di serbu media massa dengan judul berita “Arzeti Selingkuh” dan “Di gerebek di Hotel” .

Hanya dengan istilah “di Gerebek di Hotel” saja, masyarakat cendrung merujuk pada makna yang tak sedap meskipun pertemuan Arzeti dan perwira tersebut terjadi di siang hari…Inilah SIAL nya kenapa Arzeti Bilbina harus di gerebek oleh petugas Denpom…???

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s