Pengertian dan Formula menemukan Malam Lailatur Qodar

Malam-lailatul-qadar
Pengertian dan Foemula Menentukan Lailatu Qodar

Lailatur Qodar

Siklus tahunan kalender hijiriah bernilai 1000 x bulan purnama, malam yang nilainya 1000 bulan purnama ini di sebut malam Lailatur Qadar( لَيْلَةِ الْقَدْر).  satu malam yang sangat penting pada bulan Ramadan, Bahkan derajatnya, lebih baik dari seribu bulan purnama atau setara dengan 83 tahun usia rata-rata manusia modern. jika usia rata-rata 60 sampai 70 tahun, artinya ada anugerah yang sangat istimewa bagi mereka yang mendapatkan malam keberkahan itu.

Pada malam itu beberapa Malaikat dan Ruh akan Turun ke langit dunia dengan membawa Perintah dari Tuhan. Mereka akan menebarkan Rahmat dan Kedamaian sampai datangnya Fajar. lalu bagaimana caranya mendapatkan malam penuh anugerah itu…???

Menurut Quraish Shihab, kata Qadar (قﺩﺭ) memiliki arti Penetapan dan Kemuliaan. Lailatul Qadar juga di fahami sebagai malam pelimpahan keutamaan yang dijanjikan oleh Allah kepada umat Islam yang berkehendak untuk mendapatkan bagian dari pelimpahan keutamaan dan rahmat dari Malaikat dan Ruh yang turun dari langit.

Dalam hadits Abu Dzar disebutkan:“Bahwasanya Rasulullah melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak shalat keluarga dan isteri-isterinya pada malam dua puluh tujuh (27).”

Akan tetapi Mengingat antusias umat Islam yang berharap mendapatkan limpahan keutamaan  dan rahmat dari Malaikat dan Ruh yang turun dari langit.di malam yang berkah itu, maka mereka menunggunya dengan setia setiap malam dengan banyak melakukan kegiatan ibadah dan Itikaf sejak awal bulan, puncaknya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Jumhur ulama mengikuti hadits yang secara umum menyatakan Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan. Meskipun ada hadits yang secara khusus berisi nasehat Rasulullah untuk mencari lailatul qadar pada malam 27, namun mereka tidak memastikan malam penuh berkah itu akan terjadi di malam ke 27 setiap tahunnya.

Imam Ghazali dan sejumlah ulama, seperti dikutip situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), merekomendasikan formula umum untuk menemukan malam lailatul qadar. Meskipun formula ini masih belum teruji secara Obyektif Empiris namun rumus ini sudah terbukti secara Subyektif Empiris, salah satu di antaranya berdasarkan pengalaman pribadi Imam Al Ghazali.

Jika awal Puasa atau tanggal 1 Rammdhan di mulai pada hari Kamis maka lailatul qadar jatuh pada malam 25 Ramadan, Fenomena turunnya Malaikat dan Ruh di malam ke 25 Ramadhan ini merupakan pengalaman pribadi Hujjatul Islam Imam al Ghozali.

Sedangkan menurut Syekh Imam Abil Hasan As-Syadzili, yang di kenal selalu merasakan Turunnya malam Lailatul Qodar semenjak usia baligh hingga wafatnya. Memberikan pedoman bahwa :

  1.  Jika tanggal 1 Ramadhan di mulai pada malam Ahad  maka Lailatul Qadar akan turun pada malam 29 Ramadan.
  2. Jika  tanggal 1 Ramadhan di mulai pada malam Senin maka Lailatul Qadar akan turun pada malam 21 Ramadan.
  3. Jika  tanggal 1 Ramadhan di mulai pada malam Selasa maka Lailatul Qadar akan turun malam 27 Ramadan.
  4. Jika  tanggal 1 Ramadhan di mulai pada malam Rabu maka Lailatul Qadar akan turun pada malam 19 Ramadan.
  5. Jika  tanggal 1 Ramadhan di mulai pada malam Kamis maka Lailatul Qadar akan turun malam 25 Ramadan.
  6. Jika  tanggal 1 Ramadhan di mulai pada malam jum’at maka Lailatul Qadar akan turun pada malam 17 Ramadan.
  7.  Jika  tanggal 1 Ramadhan di mulai pada malam Sabtu maka Lailatul Qadar akan turun pada malam 23 Ramadan.

Namun, Malam Lailatul Qadar bukan sekedar fenomena alam fisik, di malam itu akanTurun beberapa Malaikat dan Ruh yang akan datang membawa keberkahan untuk di berikan kepada para hamba Allah yang banyak berbakti. maka kehadiran para Malaikat itu hanya akan di rasakan secara spiritual oleh seorang hamba yang terpilih mendapatkan KEBERKAHAN dan ANUGERAH dari Tuhannya.

Laksana satu perutusan, atau satu delegasi, malaikat-malaikat turun ke muka bumi ini bersama-sama dengan malaikat yang di sini disebut ROH, yaitu kepala dari sekalian malaikat. Itulah Malaikat Jibril yang kadang-kadang disebut juga Ruhul-Amin dan kadang-kadang disebut juga Rahul-Quds, yang menghantarkan wahyu kepada Nabi yang telah terpilih buat menerimanya, (Mushthafa),  yaitu pada malam Lailatul-Qadr, atau malam Nuzulul-Qur’an di Gua Hira’,

Di dalam Surat 44, Ad-Dukhkhan ayat 3, malam itu disebut lailatinmubaarakatin, malam yang diberkati Tuhan.

Maka sangat mulialah malam itu, sebab malaikat-malaikat dan Roh dapat menyatakan dirinya dan Muhammad SAW mulai berhubungan dengan Alam Malakut. Disebutkan Di ujung ayat surat Al qodar bahwa kedatangan malaikat-malaikat dan Roh itu dengan izin Tuhan untuk menyampaikan pokok-pokok dari tiap-tiap perintah. Setiap perintah akan disampaikan kepada Rasul SAW, setiap itu pulalah malaikat dan Roh itu akan datang, sehingga lancarlah perhubungan di antara alam syahadah dengan Alam Ghaib.

Pada malam itulah terjawab segala pertanyaan dalam hati, terbuka segala rahasia yang musykil selama ini. Itulah malam damai, malam salam, sejak terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar keesoakan harinya.

Pada malam itulah “dipisahkan segala urusan yang penuh hikmah.” (Surat 44 Ad-Dukhkhan ayat 4). “Yaitu urusan yang benar dari sisi Kami; Sesungguhnya Kami adalah mengutus Rasul.” (ayat 5). “Sebagai rahmat dari Tuhanmu; Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Mendengar, lagi Mengetahui.” (ayat 6).

Dalam keterangan 3 ayat Lailatul-Qadr, ditambah 3 ayat pembuka dari Surat Ad-Dukhkhan teranglah bahwa Malam Lailatul-Qadr itu adalah malam pertama kali turunya Al-Qur’an.

Menurut keterangan Al-Hafiz Ibnu Hajar, di dalam Fathul-Bari, setengah Ulama berpendapat bahwa Malam Lailatul-Qadar yang sebenarnya hanyalah satu kali saja, yaitu ketika Al-Qur’an mulai pertama turun itu. Adapun Lailatul-Qadar yang kita peringati dan memperbanyak ibadat pada tiap malam hari Bulan Ramadhan itu, ialah untuk memperteguh ingatan kita kepada turunnya Al-Qur’an itu.  Wallahu A’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s