Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak tahun 1801
Lukisan Masjid Agung Demak Tahun 1801

Nama Masjid Agung Demak resmi di  gunakan setelah keluarnya peraturan Menteri Agama RI No 1/1988, yang berlaku mulai tahun 1991. Masjid ini merupakan Living Monument atau Monumen Hidup. dilindungi UU No.5/1995 tentang benda cagar budaya. Sebagian besar struktur bangunan masjid mengandung nilai filosofis yang tinggi.

Semula masjid tertua ini disebut Masjid Glagahwangi, yang merupakan nama pesantren yang di asuh Sunan Ampel yang didirikan tahun 1466 M . Saat itu nama “Glagah Wangi” lebih populer sebelum Demak resmi menjadi kadipaten dan merupakan satu-satunya kadipaten wilayah Majapahit yang adipatinya memeluk agama Islam.

Pada tahun 1477 M, Masjid Demak di sebut Masjid Kadipaten Glagahwangi, nama ini di berikan  setelah  Raden Fattah menjadi Adipati Glagahwangi. ditandai dengan Condro sengkolo  “lawang trus gumaning janmi” atau tahun jawa = 1399 S identik dengan tahun 1477 M.

Setelah  direnovasi oleh syaikh Maulana Maghribi/syaikh Maulana Muhammad Al Muhdlor yang berasal dari Maroko, dibantu sunan Kalijaga, sunan Bonang, sunan Ampel dan sunan Gunung Jati nama Masjid kemudian dirubah lagi  menjadi Masjid Kasultanan Bintoro pada tahun 1479.

Peresmian Masjid Kesultanan/Masjid Wironatan ditandai dengan ”Condro sengkolo memet” atau prasasti bergambar bulus yang terletak pada dinding depan Mihrab/pengimaman.

Lambang bulus itu dapat diartikan bahwa purna pugar Masjid kasultanan Bintoro, bermakna ”Satrio sunyi kiblating gusti” atau jawa 1401 saka identik tahun 1479 M.

Iklan

2 thoughts on “Masjid Agung Demak”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s