Kehebohan Batu Hijau Martadah Terjawab Sudah, Ternyata Bukan Giok

Giok Martadah,

Batu Martadah Bukan Giok

Minggu (8/3), warga masyarakat Desa Martadah Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut (Tala) sempat dibuat heboh dengan temuan batu hijau  di dasar Sungai Tarini. Penemuan batu yang diperkirakan sejenis batu giok ini pun langsung menjadi perhatian Polres Tala, Kodim 1009 Pelaihari dan jajaran Pemerintahan Kabupaten Tala.

Bambang Alamsyah dan Sukamta, Bupati dan Wakil Bupati Tanah Laut berencana meninjau langsung lokasi penemuan batu giok tersebut, Peninjauan itu di lakukan untuk memastikan lokasi penemuan. Setelah melakukan peninjauan, Bambang Alamsyah, segera memerintahkan Dinas Pertambangan untuk mengambil sampel, supaya batu temuan tersebut dapat segera diuji di laboratorium.

Lokasi penemuan itu berjarak dari Kota Pelaihari sekitar 30 kilometer, saat itu sudah ada dua unit ekskavator yang telah beroperasi selama 5 jam. Keberadaan dua Ekskavator tersebut difungsikan untuk menggali dan memecah batu, di perkirakan masih ada ratusan ton batu yang tersimpan di Sungai Tarini Desa Martadah.

Menurut Jamhusein Pembakal Desa Martadah warga telah mengangkut batu secara manual. Mereka menjualnya dengan harga sekitar 25 ribu sampai 30 ribu rupiah. Salah satu warga bernama Alpian mengaku telah menjual batu hasil cungkilannya seharga Rp 30 ribu perkilogram. infokalteng.com (11/03).

Penemuan batu hijau yang diperkirakan sejenis batu giok oleh warga setempat di beri nama giok martadah, Istilah Giok Martadah merupakan hasil keputusan musyawarah dengan beberapa warga dan disaksikan oleh Camat Tambang Ulang Andi Mashabi. supaya dengan nama itu dapat mengangkat popularitas daerah Martadah, meskipun kepastian jenis batuan itu masih dalam penelitian Pemerintah Kabupaten Tanahlaut.

Hasil pemeriksaan, pakar bebatuan dari Akademi Teknik Pertambangan Nasional (ATPN), Heru Budi Kurniawan menyatakan, “meskipun warna dari batu temuan agak kehijauan namun batu hijau tersebut bukanlah jenis batu giok“. Banjarmasin Post  (12/03),

Berdasarkan pemeriksaan sampel, struktur batuan hijau di Martadah seperti butiran gula pasir. terbentuk dari batuan beku yang terpengaruh intrusi dari magma lapisan bawah bumi, ke atas.

Warna hijau batu Martadah merupakan gabungan dari beberapa unsur sehingga membentuk unsur warna hijau, abu-abu dan putih. Perbandingan unsur terang dan gelapnya (hijau) berbanding seimbang yaitu 50:50.

Dengan demikian, batu temuan itu tidak termasuk dalam kategori batu giok. Jenis batuan hijau temuan di Martadah juga bukan masuk kategori batu permata (gemstone). Batuan tersebut di sebut batuan beku flutonik. sedangkan batuan giok terbentuk dari batuan metamor murni yang terbentuk dari mineral.

Di jelaskan lebih lanjut, Mineral pada batu itu namanya rhodonite. rhodonite merupakan mineral ikutan dari agregat batuan mangan. Dalam klasifikasinya, batuan mineral Rhodonite masuk kategori batu semi permata. sebentuk mineral anggota pyroxenoid dengan bentuk kristal triclinic system,

Senyawa kimia  Rhodonite adalah manganese inosilicate (Mn, Fe, Mg, Ca)SiO3.  pada umumnya formasi kristal ini berbentuk serpihan-serpihan yang membentuk massa yang komplex. Jenis batu Rhodonite terdiri dari besi mangan magnesium kalsium. Berbagai warna keabu-coklat mengandung sebanyak 20% kalsium oksida disebut bustamite.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s