Belajar Mengenal Batu Mulia dari Kerjaan BACAN

batu-bacan-asli

Batu Bacan (Chrysocolla)

Bacan berasal dari nama sebuah Pulau Kasiruta Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, sekaligus sebuah kerajaan yang bertahta. saat ini batuan asal Kerajaan Bacan terkenal indah hingga ke mancanegara, Keistimewan batu Bacan adalah, batu mulia ini masih terus berproses dan ‘hidup’ menyerap energi yang ada di sekitarnya.

Batu ini memiliki beberapa jenis dan kelas, Palamea, Doko, dan Obi. Batu Bacan Palamea memiliki karakter warna kebiruan, sedangkan Doko cenderung kehijauan, dan Obi lebih ke warna merah.

Batu Bacan mengalami pemrosesan warna, dari buram ke warna bening. Batu bacan warna hitam secara bertahap mampu berubah menjadi hijau. Tidak cukup berproses sampai di situ, berikutnya batu ini masih bisa berubah lagi dalam proses ‘pembersihan’ sehingga menjadi hijau bening seperti air.

Jika bacan disandingkan dengan pengikat emas, maka ia akan menyerap partikel emas yang ada, sehingga lama kelamaan di dalam bacan akan terlihat partikel emas kecil. Proses kristalisasi bacan juga terus berlangsung, makin lama ia akan makin bening dan berkilau.

Bacan asli akan mampu terus berproses walau sudah dijadikan batu cincin atau perhiasan. Batu bacan dengan inklusi atau serat batu yang banyak secara perlahan akan berubah menjadi lebih bersih (bening) dan mengkristal dalam waktu bertahun-tahun.

Kemampuan batu bacan yang berubah warna secara alami dan mencerap bahan melekatinya itulah yang membuat pecinta batu mulia di luar negeri dari China, Arab, dan Eropa tercengang dan kagum terhadapnya. Selain itu, batu bacan juga memiliki tingkat kekerasan batu 7,5 skala Mohs seperti batu jamrud dan melebihi batu giok.

Salah satunya adalah yang dimiliki oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Kabar yang berhembus di kalangan pecinta bacan, Batu mulia  pak SBY merupakan jenis Bacan Doko yang tergolong langka, sehingga nilainya berada pada kisaran Rp.3 Miliar. Tidak heran jika saat keliling di Pameran (IFFINA)  Presiden RI ke 7 Jokowi juga tertarik melihat keindahan Batu mulia jenis Bacan.

Saat ini Batu Bacan sedang jadi primadona bagi para kolektor, sehingga permintaannya di pasaran melonjak drastis dengan harga yang juga naik tajam. banyak pecinta batu mulia dari luar negeri memburunya sejak tahun 1994. Di Indonesia sendiri batu ini baru popular belakangan sejak 2005.

Namun seiring boomingnya batu bacan di pasaran, muncul juga tiruan dari batu alam itu yang banyak didatangkan dari negeri China. Bacan tiruan tentu saja bukan berasal dari proses alami, walau dalam sekilas lihat penampakannya tak jauh berbeda.

Untuk orang awam, mungkin membedakan bacan asli dan palsu agak sulit. Sehingga mereka kerap tertipu dan mengeluarkan banyak uang untuk batu bacan yang ternyata adalah buatan atau sintetis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s