Fenomena Langka Letusan Gunung Ontake, Jepang 2014

Erupsi Ontake
Erupsi Ontake yang diduga menewaskan lebih dari 30 orang, tidak hanya terjadi secara tiba-tiba tetapi juga berbahaya karena meletus di akhir pekan saat dipenuhi banyak pendaki dan turis

Pada tahun 2014, Gunung berapi Ontake  di Distrik Kiso, Nagano, di Jepang meletus secara tiba-tiba pada hari Sabtu(27/09/2014). Badan Meteorologi Jepang melaporkan, letusan gunung telah menembakkan abu sejauh 3.067 meter. abu dan batu yang ke udara. menyebabkan  langit menjadi gelap karena asap yang menyembul dari letusan tersebut. liputan6 (Sabtu>27/09/2014 )

NHK melaporkan seorang perempuan tewas dan lebih dari 30 orang cedera parah. Paling tidak 10 orang dikatakan pingsan.Laporan hari Minggu (28/9/2014).  lebih dari 30 pendaki gunung didapati mengalami gangguan jantung “cardiac arrest” dan dinyatakan meninggal dunia. Mayat pendaki gunung tersebut ditemukan oleh tim penyelamat di dekat puncak gunung Ontake. nationalgeographic.(29/09/2014).

Sejumlah helikopter dikerahkan untuk mengangkut satu per satu korban tewas yang masih berada di lokasi. Tetapi sehari setelahnya upaya tersebut terpaksa tidak dilanjutkan. Bau belerang yang sungguh menyengat di pucuk gunung Ontake memaksa tim penyelamat menghentikan langkah tersebut karena bau belerang serta gas-gas beracun lainnya akan sangat membahayakan kesehatan mereka. dw.de.Senin(/29/9/2014)

Guung Ontake
Izumi Noguchi mengabadikan foto awan panas bercampur abu vulkanik raksasa dari Gunung Ontake di Jepang, yang meletus Sabtu pekan lalu, 27 September 2014

Salah satu korban selamat adalah Izumi Noguchi. Jasad pria 59 tahun itu ditemukan di dekat kompleks kuil di puncak Gunung Ontake. Tim SAR yang menemukan jenazahnya beserta sebuah kamera di dekatnya. Gambar di atas adalah salah satu di antara foto-foto yang telah diambil Izumi Noguchi. terselubung.in  (04/10/2014)

Erupsi Gunung Ontake—yang berlokasi sekitar 200 km di arah barat ibu kota Tokyo—sama sekali tak terduga. Seismolog mengatakan, peningkatan aktivitas seismik telah terdeteksi di Ontake, Mereka memantau gunung selama 24 jam, namun sama sekali tak ada isyarat akan terjadi letusan besar dari Gunung Ontake.

Dalam wawancara dengan AFP, Senin (29/9/2014), ahli vulkanologi asal Prancis, Jacques-Marie Bardintzeff dari Universities Paris of Paris-Sud Orsay and Cergy-Pontoise, menyebut erupsi tiba-tiba seperti ini merupakan peristiwa langka.

Pemerintah Jepang juga menyatakan letusan gunung berapi Ontake yang tidak terprediksi sebelumnya merupakan kejadian yang langka hal ini jarang sekali terjadi. Detik.Senin (29/9/2014), Hal ini menyadarkan pemerintah bahwa mereka tidak bisa menebak alam.

Bardintzeff  menjelaskan “Secara umum, ketika sebuah gunung api menjadi aktif, tentu setelah 30 atau 40 tahun masa tidur yang tergolong singkat, biasanya kami memperkirakan adanya 24 jam hingga 72 jam peringatan, magma bergerak, pergerakan mikro-seismik tercatat.terdapat perubahan suhu”.

“Namun dalam kasus Gunung Ontake ini”, Lanjut Bardintzeff, “Letusan terjadi hanya dalam beberapa menit sehingga tidak sempat dilakukan langkah pencegahan. Situasi semakin buruk karena letusan terjadi pada akhir pekan, saat banyak orang mengunjungi gunung tersebut” Detik.Senin (29/9/2014).

Fenomena langka letusan Gunung Ontake di Jepang sangat jarang terjadi. Sehingga tidak mungkin untuk sempat mengambil langkah-langkah pencegahan. Hal ini membuat Badan Meteorologi Jepang terus mewaspadai aktivitas gunung berapi aktif lain, seperti Gunung Fuji yang masuk ke dalam daftar 47 gunung berapi aktif dan diperkirakan akan meletus pada abad mendatang. CNN Indonesia (Rabu, 01/10/2014).

Pemerintah Daerah Shizuoka, tempat Gunung Fuji berlokasi, menyiapkan situs interaktif yang memperlihatkan pergerakan lava merah panas di bawah permukaan tanah dan prosedur darurat yang dipublikasikan secara daring agar penduduk lokal dapat mengantisipasi kemungkinan letusan gunung CNN Indonesia (Rabu, 01/10/2014).

Selain membahayakan penduduk yang tinggal di area gunung, letusan Gunung Fuji dapat memotong jalur utama kereta dan jalan protokol antara Tokyo dan Osaka yang akan mengganggu perekonomian nasional karena lokasi gunung ini hanya berjarak 100 kilometer dari Tokyo. CNN Indonesia (Rabu, 01/10/2014).

Seperti dlaporkan laman Daily Mail, Sabtu (24/10/2014), para ilmuwan di Universitas Kobe melihat kawah gunung berapi yang besar di pulau Kyushu, telah meletus tujuh kali dalam 120.000 tahun terakhir.

Mereka memperkirakan bahwa letusan lain di selatan pulau itu akan mengubur pemukiman dengan 7 juta aliran lava, sementara angin barat akan membawa selubung besar abu dan debu ke Honshu.. pikiran-rakyat.Minggu, (26/10/2014)

Jepang memonitor 47 dari 110 gunung berapi aktif sepanjang waktu, Beberapa bulan terakhir, empat dari 47 gunung berapi di Jepang berstatus level tiga, lima gunung berada pada level dua dan sisanya berada pada level satu atau tidak beresiko.

Kekhawatiran khusus para pakar gunung berapi di Badan Meteorologi Jepang adalah terhadap pulau Miyakejima, Iwoto dan Nishinoshima. Suatu saat Jepang bisa lenyap dari muka bumi oleh letusan gunung berapi raksasa dalam 100 tahun mendatang dan akan menewaskan hampir 127 juta penduduknya.

Pulau Miyakejima berada di Kepulauan Izu, Pulau ini kerap dilanda gempa setiap beberapa tahun. Gunung vulkanik aktif Pulau ini mengeluarkan gas sulfur yang mematikan. Gas ini tidak hanya keluar dari gunung namun juga dari tanahnya. Pada tahun 2000, gunung tersebut meletus dan semua penduduk langsung dievakuasi seluruhnya.  travel.detik.com (/2012/08/09/)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s