Fenomena Gerhana Bulan Total, 2015

Animation_April_4_2015_lunar_eclipse_appearance
Animasi berlangsungnya Gerhana Bulan Total Pada hari Sabtu, 4 April 2015

 

Pada Sabtu, 4 April 2015,i seluruh Indonesia kembali akan menyaksikan gerhana bulan total saat senja. Ini adalah gerhana bulan pertama dari dua gerhana bulan tahun ini. Sayangnya pada gerhana bulan berikutnya yang terjadi pada 28 September 2015 tidak ada satupun wilayah Indonesia yang dapat menyaksikan. Praktis ini adalah satu-satunya kesempatan menyaksikan gerhan bulan di Indonesia selama tahun 2015. Gerhana bulan hari ini akan berlangsung antara pukul 17:15 s/d 20:45 WIB untuk fase gerhana sebagian. Sedangkan untuk fase gerhana total akan berlangsung antara 18:54 s/d 19:06 WIB

Bersamaan dengan gerhana bulan total, Bulan pun akan mencapai fase purnama di dekat titik terjauh dari Bumi atau apogee. dengan kata lain Apogee adalah jarak planet terhadap Matahari paling jauh. Kali ini Bulan akan berdiamater 29,65 menit busur atau menjadi yang terkecil dan teredup ke-3 selama tahun 2015. Pemandangan bulan purnama yang berukuran kecil dan redup ditambah sedang dalam gerhana bulan total tidak boleh dilewatkan.

Pada 4 April, gerhana bulan total hanya bisa dilihat di Asia (termasuk Indonesia), Australia, Pasifik dan Amerika. Daerah lain tidak bisa mengamatinya karena posisi Bulan berada di bawah cakrawala dari penglihatan. Namun gerhana bulan total keempat yang terjadi pada 28 September tidak akan terlihat di Indonesia karena gerhana terjadi di siang hari saat Bulan berada di bawah pandangan pengamat. gerhana bulan total keempat akan terlihat di timur Pasifik, Amerika, Eropa dan Asia Barat.

Hujan Meteor
Hujan Meteor

Gerhana lainnya akan muncul pada 27 September, yang bentuknya sama dengan Supermoon. Beberapa hujan meteor pun siap menghiasi langit 2015. Masyarakat nantinya akan bisa melihat hujan meteor dengan jelas karena tak ada gangguan cahaya bulan saat puncak hujan meteor berlangsung. Hujan Meteor Perseid akan muncul pada 12-13 Agustus 2015. Sedangkan hujan meteor Leonids dilaporkan turun pada 17-18 November dan hujan meteor Geminids di 13-14 Desember 2015.

Meteor Perseid adalah fenomena alam berupa hujan meteor yang sering dikaitkan dengan komet Seift- Tutle. Dinamakan Perseid karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus . Meteor-meteor Perseid tersebut berasal dari serpihan debu ekorkomet Seift- Tutle yang masuk ke atmosferBumi. Komet tersebut ditemukan pertama kali pada tahun 1862 dan mengelilingi matahari setiap 130 tahun sekali. Setiap pertengahan Juli hingga Agustus, Bumi melintasi orbitnya sehingga sisa material komet tadi tertarik oleh gravitasi bumi dan muncul sebagai hujan meteor

Sedangkan hujan  Meteor Leonids adalah hasil dari potongan-potongan kecil dari komet TempelTuttle yang mengambang di luar angkasa selama berabad-abad. Setiap 33 tahun,komet ini berputar di sekitar Matahari dan kemudian kembali ke luar tata surya.Di setiap bagian di orbit Bumi,TempelTuttle meletakkan jejak puing lain, masing-masing di lokasi yang sedikit berbeda dari jalur sebelumnya.Seiring waktu,jalur puing-puing itu menyebar. Setiap tahun, bumi melewati aliran dan yang berbeda dan menciptakan fenomena berperiode hujan meteor Leonid setiap tahun.

Daftar Pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Perseid

http://en.wikipedia.org/wiki/Leonids

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s