Temuan 20 Ton Giok Aceh, Taksiran mencapai ratusan miliard

Bongkahan Batu Giok Aceh
Sejumlah warga berada dekat bongkahan batu giok.  Sumber gambar http://www.beritasatu.com

20 Ton Giok Aceh, di taksir 200 M

Pada hari Senin, 02/02/2015, Bongkahan batu giok ditemukan di pegunungan Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh,

Bongkahan itu ditemukan warga Desa Pante Ara bernama Usman di tepian sungai sekitar 10 kilometer dari perkampungan, Berat bongkahan batu di perkirakan sekitar 20 ton.

Harga Bongkahan batu alami itu taksir mencapai angka puluhan hingga ratusan miliaran rupiah. Tingginya harga karena dalam bongkahan batu alami itu di perkirakan terkandung batu jenis idocrase, solar, dan neon.

Ketua Gabungan Pecinta Batu Alam (GaPBA) Aceh, Nasrul Sufi saat berbincang dengan wartawan di Banda Aceh, Selasa (17/2/2015). Menaksir harganya sekitar RP 30 M dengan asumsi jika bongkahan batu alami itu di pastikan mengandung 60% jenis batu indocrase super.

Batu Indocrase secara visual berwarna hijau dan ada pengaruh coklat dan kuning, Di dalam perdagangan Internasional Idocrase dikenal dengan sebutan Vesuvianite, Californite, atau California Jade. Harga batu jenis idocrase super bernilai berkisar Rp15 juta untuk satu cincin saja.

Harga batu akik yang mengandung idocrase super di pasaran batu mulia adalah Rp 100 juta per kilogram. Satu kilogram batu itu bisa menghasilkan 10-12 mata cincin.

Sekretaris Komunitas Pecinta Batu Alam (KPBA) Aceh Hendro Saky mengatakan, jika dihitung secara kasar, angka Rp 200 miliar dianggap sebagai harga yang pas untuk batu yang diperkirakan jenis idocrase super. .”Anggaplah dari 20 ton itu hanya 2 ton saja yang super,” (Tempo, Selasa, 17/02/15)

Kepala Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Distamben) Aceh, Said Ikhsan Tambe meminta pengolahan dan pemurnian batu giok temuan warga Desa Pante Ara harus dilakukan di Aceh.

Untuk membawa keluar bongkahan batu giok Aceh, harus ada persetujuan dari Gubernur Aceh dan pengawasan yang ketat.

Peneliti batu mulia dari Pusat Sumber Daya Geologi (PSDG) Bandung akan menyelidiki temuan batu giok di Nagan Raya, Aceh, Penyelidikan itu untuk memastikan jenis batu dan memperkirakan potensi batu giok di daerah tersebut. (Tempo, Selasa, 21/02/15)

Penyelidikan batu giok itu, membuka lagi peluang survei batu mulia di Indonesia. Sejak beberapa tahun lalu akibat perubahan struktur instansi dan prioritas riset, survei batu mulia tidak lagi menjadi pekerjaan khusus.

Belakangan sesuai kebutuhan dan kebijakan kementerian, peneliti batu mulia beralih untuk membantu sektor agro industri seperti pupuk dan keramik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s