Masjid Kiblatain, Masjid Dua Arah Kibat

Masjid Dua Kiblat

Masjid Kiblatain

Masjid Qiblatain  adalah salah satu masjid terkenal di Madinah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.

Pertama kali nabi Hijrah ke madinah beliau menetap di rumah keluarga dari pihak ibunya dari kaum Anshar, Suatu ketika  Ummu Bisyr ibn al-Bara’. mengundang Rasulullah S.A.W untuk menghadiri jamuan makan di perkampungan Bani Salamah. Kemudian Nabi Muhammad berangkat bersama beberapa orang sahabatnya  menghadiri undangannya.

Tiba waktu Dhuhur,  Nabi dan beberapa sahabat mengerjakan ibadah di sebuah Masjid yang dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Saat itu Kiblat umat Islam masih mengarah ke Baitul Maqdis, selesai mengerjakan rakaat kedua. di tengah-tangah Nabi sedang Shalat lalu Turunlah perintah Allah SWT, …“Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram..!!!

Segera Rasulullah S.A.W menerima Perintah itu  langsung mengubah  kiblat dengan memalingkan diri menghadap ke arah Masjidil Haram. dan para sahabat yang bermakmum saat itu, segera mengikuti dengan tetap melanjutkan sholat sampai empat rokaat,

masjid_qiblatain
Gambar Menunjukkan arah yerussalem dan berputar ke arah kabbah di mekkah

Peristiwa ini terjadi pada tahun 2 Hijriah, hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur bahwa  Nabi Muhammad dan beberapa sahabat mengerjakan sholat di Masjid Bani Salamah menghadap ke dua arah kiblat yaitu ,dua rakaat pertama ke Baitul Maqdis dan dua rakaat terakhir  menghadap ke arah Masjidil Haram

Sejak saat itu Masjid Bani Salamah  ini diberi nama Masjid Kiblatain yang artinya Masjid dua Kiblat..

Ke esokan harinya, salah satu dari sahabat yang ikut berjamaah, Mendatangi orang-orang sedang melakukan salat di Qubba, Sedangkan mereka masih shalat menghadap ke arah Syam,

Sahabat ini mengatakan kepada jamaah di Qubba bahwa semalam Rasulullah saw. sudah mendapat perintah “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram.….. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang ingkar. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah mendapat petunjuk;

Mendengar Perintah itu dengan seketika jamaah di Qubba langsung mengubah  kiblat dengan memalingkan diri menghadap ke arah Masjidil Haram.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s